Cerita Seputar Teleportasi

Awalnya, saya tertarik ketika Pak Boss saya di kantor bercerita tentang Quantum Entanglement (fenomena quantum mekanik, dimana 2 atau lebih objek dapat saling menggambarkan status kuantumnya yg saling mengacu 1 sama lain, walau objek itu terpisah tempat). Kemudian, saya lebih tertarik lagi ketika tanpa sengaja saya membeli sebuah novel ber-genre Metropop berujudul “Lost in Teleporter” karya Tria Barmawi. Gila, ini metropop terkeren yg pernah saya baca! *mudah-mudahan nggak lebay*

.

Apa yg bikin saya tertarik dgn novel ini? *tuh kaaann… saya jd gatel rekomendasiin buku lagiiii…*

.

Eh, beneran loh. Ini bukan lg promosi! Wong semua tulisan berlabel “rekomendasi” di blog ini atas inisiatif saya sendiri kok. Bukan karena dibayar oleh yg bersangkutan ! ;))

.

Jadi gini… “Lost in Teleporter” itu kan genre-nya Metropop, yah. Tau sendiri kan novel ber-genre Metropop itu biasanya yg kayak gimana? Naaahh… Yg bikin novel ini beda adalah karena bernuansa sci-fi! Sangat hi-tech! Nggak heran jg, sih. Secara yg bikin emang orang IT. :P Banyak sekali istilah IT disebutkan dlm novel ini. Tp nggak usah takut bingung karena ada catatan kaki yg cukup menjelaskan istilah-istilah tersebut. Karena saya jg orang IT *uhuk…* jd beberapa istilah IT di novel ini sudah cukup familiar buat saya. :D So, yaaa… cucok, deh!

.

Lalu apa hubungannya antara Quantum Entanglement, novel Metropop, dan teleportasi? Eiiiittss… Jangan ngilang dulu! Tenang, tenang… Saya nggak akan bahas cerita secara teknisnya, kok! Hahaha…

.

Jd tuh ceritanya Quantum Entanglement ini disebut-sebut sebagai salah 1 cara bagaimana sebuah teleportasi dapat terjadi. Cara lainnya? Bisa dengan teori destruksi (proses penghancuran) – rekonstruksi (proses pengumpulan kembali) unsur, bisa jg dengan teori Lubang Cacing (“shortcut” atau jalan pintas dr 1 titik di alam semesta ke titik lain yg memungkinkan perjalanan pintas ruang-waktu dan lebih cepat dr gerak cahaya di ruang normal), atau fast transit light (cahaya berkecepatan tinggi).

.

Nah yaaa… tadi saya janji gak akan bahas penjelasan secara teknisnya. Enngg…  :|

.

So, langsung aja. Bagian yg bikin saya tertarik adalah… ketika di novel ini dituliskan bahwa sesungguhnya teleportasi itu nggak mungkin bisa dilakukan. Ok, bisa sih. Teleportasi yg sudah berhasil jg ada, yaitu teleportasi pd foton dan atom. (awal tahun 2000-an) Tp belum pernah berhasil pd manusia. Kenapa? Karena faktanya, manusia terdiri dari yg tampak (fisik) dan yg tak tampak (jiwa). Secara ilmiah, memang mungkin saja mesin memindahkan fisik. Tp kalau jiwa? Bagaimana pula itu penjelasan ilmiahnya?

.

Pernah dengar istilah tentang Perjalanan Astral (biasa jg disebut dgn Out Body Experience/OBE, atau pengalaman di luar tubuh. yaitu suatu kondisi ketika jiwa atau roh meninggalkan raga dan mengembara menembus ruang dan waktu)? Menurut saya, bahkan perjalanan astral ini lebih masuk akal ketimbang pemindahan jiwa oleh mesin. Nggak percaya? Sebenarnya, mimpi di kala tidur adalah salah 1 contoh perjalanan astral. Hanya saja, mimpi kita lakukan secara tidak terencana. Sementara perjalanan astral dilakukan secara terencana. Perjalanan astral jg bisa dilatih dgn cara meditasi.

.

Pemikiran-pemikiran dan informasi-informasi ini membuat saya akhirnya menarik kesimpulan bahwa teleportasi itu HAMPIR tidak mungkin dilakukan pd manusia. Karena yg tadi itu, bahwa nggak ada penjelasan logis (bukan yg magis loh yaaa…) tentang bagaimana mesin dapat memindahkan jiwa manusia. Mau coba “mendebat” dgn teori alchemy? Wooohh.. Inget, jiwa manusia itu bukan bentuk unsur! :P

.

Jadi, kalo pun suatu hari nanti Teleporter (untuk manusia) itu benar-benar ada… Apakah saya mau menggunakannya? Jawaban saya sejauh ini : TIDAK! :)) Kenapa? Saya nggak mau ambil resiko “jiwa” saya kenapa-napa setelah menggunakan teleporter itu. Bisa aja tanpa saya sadari ada emosi saya yg hilang atau ada memori yg “tidak terangkut” selama proses teleportasi dilakukan. Karena secara ilmiah, memang tidak ada (atau mungkin BELUM ada?) yg bisa memindahkan jiwa manusia itu seutuhnya. Kalau pun sudah ada, saya kok ya tetep nggak yakin mesin itu benar-benar aman?

.

Setau saya… selama saya mendalami teknologi… Semakin canggih teknologinya, maka semakin besar pula resiko yg akan ditimbulkan ketika teknologi itu error atau rusak. Waaaa… Kehilangan “mental” gara-gara teleporter? Dih, enggak deeehh… :P Masih untung itu si Dewey (tokoh utama dlm novel “Lost in Teleporter”) CUMA ketuker hidungnya ketika mesin teleporter yg digunakannya ternyata masih memiliki bug. Lah, gimana kalau otaknya yg ketuker??? Ya ampun, seremnyaaa…

.

.

Nb :

  1. pemikiran dan informasi di postingan ini merupakan rangkuman (juga “contekan”… :)) ) dari novel “Lost In Teleporter”.
  2. novel ini saya beli di obralan Gramedia, looohh… coba tebak saya beli dgn harga berapa? yak, 12.000 saja, sodara-sodara! :D lucky me!
  3. novel ini ternyata sudah ada sejak tahun 2005, loh. wooohh… kemana aja saya selama ini, ya? sampai-sampai melewatkan salah 1 bacaan yg bagus ini… :P

19 thoughts on “Cerita Seputar Teleportasi

  1. eng…. aku kok gak mudeng ya bacanya? :)) banyak istilah2 asih yang saya gak dong! :p

    tapi ngomongin Teleportasi saya jadi inget serial Quantum Leap. beuh serial itu dulu keren banget buat gw hehe ;))

  2. yang bikin aq bingung dari post ini adalah… emang metropop itu gemana yak? :P

    eniwei, emang sih ya… kalo konsep teleportasi skrng kasarnya seperti bunuh di sini, kloning di sana. :D

  3. hihi. aku kepengen baca ini dari lama, udah pernah liat dan menimang-nimang tp tetep ga kebeli ampe sekarang. tante, pinjem bukunyaaaaaaa :D

    aku ngerti sih gambaran umumnya. emang sih dipikir-pikir, resikonya sangat besar, kalo teleportasi dilakukan oleh manusia. lucu juga ntar pas teleport jiwanya ketuker-tuker sama jiwa orang laen semisal traffic teleportnya lagi rame (banyak orang yg teleport ke mana-mana gitu) *mulai membayangkan yg engga-engga*

    lah, di heri poter aja, disaparation yg secara magis masih suka ada yg ketinggalan :))

  4. @ ipied : serial apa itu, pied? duh, aku gak apdet banget kalo soal film-film serial. ;))

    @ datum : Metropop ituuu… enggg… engg… engg… serius kamu ndak tau, mas? :| apa gunanya gugel coba? :P *ngeles*

    @ uthie : iya, jatuhnya sama aja kan kayak kita nelepon orang, tau2 yg ditelepon bilang salah sambung karena operatornya emang salah nyambungin. ih, itu mah masih mending. gimana kalo jiwa kita yg “salah sambung” sama badan? :))

    @ pinkina : aku td nya jg gitu, mbak. :P tp mulai banyak novel yg kucicil lg bacanya. hehe…

    @ Takodok! : jd dirimu bercita-cita mencoba mesin waktu dan teleporter, yak? ;))

    @ Chic : iya, memang buku ini ternyata udah lama. :D kayaknya dulu aku pernah liat, tp gak ngeh banget. sampe bener2 ilang di peredaran dan kutemukan di obralan. :P

  5. ah, saya lebih memilih naik pesawat saja, sedikit lebih lama tapi tidak menimbulkan kontraindikasi.. :)) *emangnya obat*

  6. Semacam di film Stargate gitu ya Mbak Jum? Baru kepikir sih kalo fisiknya bisa dipindahkan, apa jiwanya bisa. Tak pikir tadinya memang bisa jadi kenyataan.

    Pernah baca cerpen Annida *iya saya bacaannya Annida* yang settingnya masa depan. Yang seorang wanita dihukum ingatannya dihilangkan karena menjadi pejuang keagamaan di planet lain?

    *OOT tapi setidaknya komen saya bukan komen one liner* :P

  7. mungkin lebih jelasnya baca quantum physicsnya om einstein
    time travel mungkin bagi saya ga terlalu masuk akal ( mungkin karena akalnya yg terlalu sempit ). Tapi melihat bintang yang bersinar di langit sekarang sedangkan bintang itu bersinar sudah beberapa tahun yang lalu karena jarak yang terlalu jauh, jadi bila kita bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya kita bisa tiba ditempat yang sekarang dan yang sudah terjadi beberapa tahun lalu

  8. mbak metropop itu apa?? sejenis metromini kah??hehe tapi kayanya novel seharga 12000 ini keren ya.. boleh?pinjem?hhhmmm.. *ga tau malu mode on*

  9. @ ocha : hohoho… iya. segala sesuatunya pasti ada resiko. tp kan nyari resiko yg paling kecil ya, cha? ;))

    @ Payjo : hmmm… kayaknya aku belum pernah baca cerpen yg kamu maksud deh, Jo. :-?

    @ mare : iya, kalo yg itu sih masuk akal menurutku. :D teleporter pun sebenarnya masuk akal. cuma gak yakin aman utk manusia karena faktor yg aku sebut di atas, bahwa manusia jg terdiri dari yg tidak tampak (jiwa). ;))

    @ cepot java : wew… metropop itu lebih mirip mikrolet ketimbang metromini. :| *timpuk pake CPU* :-w

    @ ImUmPh : kayaknya sih, prinsipnya hampir sama. tp kan kalo mesin waktu itu sepertinya khusus utk menjelajah waktu aja, kan? ;))

    @ jimmy : eits… tunggu dulu! brani makenya, nggak? :P

    @ devieriana : hahaha… aku jg gak ngerti-ngerti bgt kok, mbak. :)) orang Fisika mungkin lebih ngerti. ;))

    @ Nike : selamat membaca, Nike. ;)

  10. menurut islam

    teleportasi materi(benda mati) bisa dilakukan
    tapi makhluk hidup tidak (manusia) bisa dilakukan

    teleportasi materi benda mati pernah terjadi
    pada jaman nabi sulaiman

    sedangkan benda hidup menurut islam memiliki jiwa yang hanya tuhan yang mengerti…,misalnya suatu saat ada mesin yang mampu mengkodekan materi maka..,jiwanya tidak bisa dikodekan…,begitu,,,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *