Memahami Itu Sulit, Jendral…

Belakangan, Turkey makin sadis. Makin sensi kalo kesenggol dikit badannya. Pernah ketika saya ingin memeluk badannya yg sedang mlungker di pangkuan saya, tau-tau mendadak dia menggigit dan mencakar lengan saya. Aneh. Begitu cepat dan tiba-tiba. Sehingga luka-luka inilah yg saya dapatkan setelahnya :

tangan saya setelah dicakar dan digigit Turkey

Ternyata nggak cuma sama saya. Turkey jg jd sensi banget sama Mbubh. Parahnya, pernah suatu hari Mbubh terbangun dgn beberapa luka cakaran misterius di bagian bawah kedua kakinya. Sudah bisa dipastikan itu adalah ulah Turkey yg terkurung di dalam kamar Mbubh saat Mbubh tidur.

kaki kiri dan kanan Mbubh...

Dan nggak cuma kami yg jd sasaran. Temen kantor Mbubh yg sedang main ke kos pun jg kena cakaran Turkey di tangan kanannya. Ceritanya waktu itu Turkey sedang tiduran di depan si temen ini, dimana posisinya berada di antara kaki si temen dan laptop yg terletak di hadapannya. Lalu ketika ia ingin mengetik di laptopnya, tangannya kesenggol badan Turkey sehingga Turkey mengamuk dan mencakar tangan si temen Mbubh ini. Luka cakarannya jg dahsyat. Sungguh tidak terduga…

Awalnya rada jengkel, sih… Mbubh pun sampe beberapa kali mengusir Turkey dr kamarnya supaya nggak nyakar tiba-tiba lg. Tapi akhirnya saya jd tau apa yg menyebabkan Turkey jd begitu sensinya. Mungkin karena Mbubh nggak mau lg membiasakan Turkey “mengemis” makanan sama Mbubh. Jd Mbubh udah lama jg nggak beli makanan kucing. Niatnya supaya Turkey mandiri dan nyari makanan sendiri di luar. Biar naluri ke-kucing-an nya terasah. Tp ternyata, tanpa diduga, Tukey mulai kesulitan cari makan di luar. Penyebabnya karena ada kucing lain yg jg berkeliaran di sekitar sana. Bahkan beberapa kali Turkey terdengar berantem dgn Boim, kucing tetangga sebelah yg badannya jauh lebih besar. Saya pun akhirnya jg melihat adanya beberapa pitak di badan Turkey yg menandakan bahwa dia memang sudah sering diserang kucing lain. :(

salah 1 pitak di badan turkey

Mungkin inilah yg bikin Turkey jd makin sensi kalo disentuh. Nggak bersahabat. Selalu curigaan kalo ada yg mendekatinya. Suka tiba-tiba nyakar tanpa sebab yg jelas. Kasian jg… Situasinya yg membentuk karakternya yg sensitif itu. Akhirnya, saya maklum. Justru karena saya tau dan mengerti apa yg membuatnya begitu.

Nah, kemudian saya jd berfikir… Bagaimana dgn manusia? Mungkin kita kerap kali sebal dan jengkel jika berhadapan dgn seseorang yg sifatnya nggak kita suka. Tapi jika kita tau apa yg membentuknya menjadi pribadi yg memiliki karakter yg seperti itu, apakah kita jd bisa memakluminya? Jika ya, apa yg menjadi batasannya? Apakah semua hal, sesulit apapun itu, sesungguhnya bisa dipahami dan dimaklumi?

13 thoughts on “Memahami Itu Sulit, Jendral…

  1. Wehhh..ati ati rabies juga loh nilla..perubahan tabiat mendadak biasanya indikasi utamanya…eh tapi kan ada dokter hewan di situ..harusnya lebih tau…qeqeqeqe.

    Hayooo dipiara permanen ajaaa.. sekalian disteril :D
    Hihihihi…

  2. jum, itu kasian si turkey… ga tega aku klo liat kucing ada pitak2.. atau lagi hamil juga, ga? *betina kan?*
    kucingku juga pernah nyakar adikku, ga tanggung2 yang dicakar bola mata! meski untungnya mata adikku ga knapa2 cuma berdarah sedikit.. *langsung ke UGD*.
    sometimes kucing sensi harus dididik tapi disayang juga sih.. *halah*

  3. karakter menjengkelnya itu memang bentukan lingkungan, tapi sebagai mahluk paling cerdas, manusia punya akal untuk berubah. Apalagi banyak kritik, misalnya. Kecuali ya, kepala batu dan tidak tau malu. :D

    Sekali sih bisa dipahami, 10 kali? mending dadah bye bye deh hihihihi

    kalo kucing sih, errrrrrrr…. *lirik-lirik*

  4. jangan-jangan turkey minta kawin lagi? *eh

    untungnya lo bukan orang kapokan, kalo gue mungkin udah kapok kali melihara binatang yg ngelukain gue.. *tsahh

  5. Ini postingan kok jadi semacam visum tindak kekerasan :D.
    Aku nggak pernah dendam dicakar, digigit, cuma waspada. Harus diusir supaya dia tahu itu bukan perbuatan menyenangkan.

    Dulu kucing ini malah tabiatnya lebih parah, baru mau dipegang sudah menyeringai.

    Pelan-pelan Turkey bisa dipegang, sampai sekarang masih nggak mau digendong tapi mau datang sendiri ke pangkuan.

    Kulatih cari makan sendiri karena temperamennya susah ditebak, kalau diadopsi orang yang salah mengerti sifatnya, aku takut dia malah dapat reputasi buruk.

    Jangan kuatir, Turkey ini tipe stray cat sejati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *