Pemimpin-pemimpin yang Berani Beda

Beberapa waktu yang lalu, saya ngobrolin topik yang “cukup berat” dengan Mbubh. Hehehe… Entah gimana ceritanya, tiba-tiba kami membahas tentang pemimpin-pemimpin yang berani beda, fenomenal dan sangat patut dijadikan panutan yang pernah ada baik di Indonesia maupun luar negri yang sebagian besar belum pernah saya dengar ceritanya. Dan ketika saya juga membahasnya dengan teman-teman kantor, ternyata mereka juga sama seperti saya. Tidak begitu mengetahui cerita di balik orang-orang besar ini. Maka saya mengumpulkan beberapa referensi dan berniat sharing di blog ini tentang apa saja yang saya ketahui tentang mereka. Berikut adalah beberapa pemimpin tersebut beserta ringkasan ceritanya :

 

1. Mahmud Ahmadinejad yang menolak kemewahan di istana

Beliau adalah Presiden Iran yang mulai menjabat sejak tahun 2005 hingga sekarang. Sebelum menjadi Presiden Iran, ia menjabat sebagai walikota Teheran dan BERSEDIA menyapu sendiri jalanan di Teheran dengan kedua tangannya sendiri dan masih mengenakan sepatu yang bolong-bolong. Kesederhanaannya ini juga masih dibawanya saat ia sudah menjabat sebagai Presiden. Saat ia dilantik menjadi Presiden, secara mengejutkan ia mengganti seluruh karpet mewah yang ada di istana dan menyumbangkannya ke sebuah mesjid yang ada di Iran. Sebuah ruangan mewah VIP khusus untuk menjamu tamu negara pun dirombaknya dan diganti menjadi ruangan sangat sederhana dengan kursi kayu saja. Wuiiiihh… Masih adakah pemimpin yang sesederhana ini di negara kita? :)

 

referensi : referensi 1, referensi 2, dan referensi 3

 

2. Jokowi atau Joko Widodo yang tak pernah ambil gaji

Beliau adalah walikota Solo untuk 2 kali masa bakti 2005 – 2015. Yang menarik adalah beliau TIDAK PERNAH mengambil gajinya selama menjabat sebagai walikota Solo. Bahkan mobil dinas pun tidak mau digantinya dengan yang baru. Ia masih menggunakan mobil Toyota Camry keluaran tahun 2002 yang dimana sebenernya mobil ini adalah peninggalan mobil dinas walikota Solo yang sebelumnya, Slamet Suryanto. Ketika ditanya kenapa ia tidak mau mengambil gaji, ia enggan menjawab karena menurutnya terlalu riskan. Hmmm… Hari gini masih ada ternyata yang nggak mau ambil gaji, ya? :)

 

referensi : referensi 1 dan referensi 2

 

3. Baharuddin Lopa yang masih mau naik kendaraan umum

Beliau dikenal sebagai Jaksa Angung Republik Indonesia yang diangkat pada 6 Juni 2001. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Mejene Sulsel yang dilantik bahkan ketika usianya MASIH 25 tahun. Oh waaww… Kira-kira seusia saya gini, deh. :| Yang menarik adalah ia sangat keras untuk urusan fasilitas dinas. Ketujuh anak dan istrinya, Indrawulan, ia larang menggunakan mobil dinasnya dan menyuruh seluruh anggota keluarganya untuk menggunakan kendaraan umum kemana-mana. Bahkan telepon dinas di rumahnya pun ia kunci dan melarang seluruh anggota keluarga untuk menggunakannya. Ia sampai sengaja memasang telepon koin di rumahnya untuk memilah tagihan. Wew… Sangat berbeda ya dengan kebanyakan orang kaya di negri ini? Setiap anggota keluarga bisa punya 1 mobil pribadi. :P

 

referensi : referensi 1 dan referensi 2

 

4. Ali Sadikin yang penuh kontroversi dan keras

Beliau adalah mantan Gubernur Jakarta yang pernah ditunjuk Soekarno pada tahun 1966. Ia pernah sangat dikenal karena kebijakannya yang kontroversi mengenai pelegalan lokalisasi prostitusi dan judi. Ia pernah mengatakan bahwa prostitusi dan perjudian tidak akan pernah hilang, khususnya bagi masyarakat tionghoa. Sehingga ia mengambil kebijakan melegalkan lokalisasi dimana tempat-tempat ini akan dikenakan pajak yang sangat tinggi yang dimana akan digunakan untuk membangun Jakarta. Menariknya, ia memiliki watak yang sangat keras. Ia bahkan berani menempeleng bawahannya yang salah dan bahkan berani memukul pencuri yang ia temui di pinggir jalan. Meskipun ia mengaku sedih setelah itu dan memanggil kembali orang-orang yang pernah ia pukul dan menanyakan keadaannya. Beliau juga pernah menghapus pajak Bung Hatta karena Bung Hatta tak mampu bayar pajak (padahal ia sudah hidup dengan sederhana). Wah, baik ya? ^^

 

referensi : referensi 1, referensi 2, dan referensi 3

 

5. Hoegeng Imam Santoso yang jujur dan “lurus”

Beliau adalah mantan Kapolri yang pernah menjabat pada tahun 1968 – 1971. Semasa hidup, Gus Dur pernah berkelakar, “Hanya ada dua polisi yang tidak bisa disuap di negara ini, pertama Polisi Hoegeng dan yang kedua polisi tidur.” Memang Hoegeng sangat dikenal sebagai polisi paling “lurus” di Indonesia. Beliau pernah mengusut kasus penyelundupan mobil mewah. Tragisnya, saat ia ingin melaporkan hasil penyelidikannya kepada Soeharto (Presiden RI saat itu), ia malah melihat Pak Harto sedang mengobrol akrab dengan Robby Tjahyadi, yang menjadi biang kerok penyelundupan tersebut, di Cendana. Meskipun Robby sempat dijatuhi hukuman, rumor yang santer terdengar mengatakan bahwa kasus inilah yang membuat Hoegeng dipensiunkan dari jabatannya sebagai Kapolri pada tahun 1971.

 

referensi : referensi 1 dan referensi 2

 

 

Saya yakin, pasti masih ada contoh pemimpin lain yang berani beda, fenomenal dan layak menjadi panutan. Meskipun  pemimpin yang bekerja dengan sepenuh hati dan dengan segala kerendahan hati seperti mereka ini cukup langka adanya. :P Kalau tau nama-nama lain, boleh loh sharing di kolom komentar. ;)

 

 

nb : seluruh foto pada postingan ini diambil dari wikipedia

14 thoughts on “Pemimpin-pemimpin yang Berani Beda

  1. manggut-manggut sambil “oooo” dan “ckckckck” sepanjang baca postingan ini.
    sambil mikir berat bgt perjalanan mereka sampai bisa punya jabatan tinggi tapi tetap “bersih”.

  2. Yap, saya salut dengan Pak Jokowi, saya udah baca kisahnya di sebuah majalah. Beliau hebat, dengan sabar dan telaten mampu dan mau berkomunikasi dengan para pedagang pasar. Prosesnya memang lama, tapi akhirnya perpindahan para pedagang dari tempat lama ke tempat baru berjalan mulus, damai, dan tanpa dikawal polisi. :)
    Beliau hebat juga karena beliau pengusaha, wirausahawan. Jadi, memang udah kaya, dan oleh sebab itulah gak ada alasan untuk korupsi. :D *semoga saya benar, beliau bersih dari korupsi* :)

    Perihal Pak Hoegeng, saya salut. Saya pernah lihat kisahnya sedikit di tipi. Memang kacau ya Pak Harto dulu, kalo boleh saya salahkan beliau. :( Polisinya udah jujur, malah orang nomor satu dalam negeri yang korup. :(

  3. Keren-keren ya mereka. Jarang ada yang begini nih. Yang ada kalo udah jadi pejabat mereka malah minta fasilitas ini itu, termasuk para keluarganya *sigh*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *