Tolong Jangan Cuma Kasihan!

Saya sebenarnya enggan menulis ini. Saya takut orang-orang menganggap saya riya atau apa. Tapi kalau saya nggak nulis, mungkin banyak yg nggak tau. (Atau mungkin nggak mau tau?) Jadi biarkan saya menuliskannya di blog ini dengan segala kerendahan hati. Dan mudah-mudahan saya tidak menuliskannya secara berlebihan.

_________________________________

 

Kecintaan saya terhadap anak-anak membuat hati saya terpanggil setiap melihat berita-berita miris yg berhubungan dengan anak-anak. Nggak cuma kasian, saya selalu menyempatkan diri membantu semampu saya. Nggak banyak. Tapi saya berharap bantuan saya bisa sedikit meringankan beban si anak dan keluarganya. Dan ini sudah saya lakukan sejak lama. Tanpa koar-koar. Bahkan ketika orang tua anak tersebut menanyakan siapa saya, saya hanya menjawab “Hamba Allah”. Saya benar-benar nggak peduli anggapan orang tentang saya. Saya hanya ingin membantu. Cuma itu. Tanpa pernah berharap Tuhan akan membalas perbuatan saya.

 

Belakangan ini saya sering sekali membaca berita yang miris seputar anak-anak. Dimulai dari kabar tentang Jesica (anak yang mengalami kebocoran di klep jantungnya sebesar 0.58 mm yang menyebabkan kinerja jantung Jessica melemah dan mengalami bocor jantung, selain itu juga mengalami katarak, autisme dan layu tulang) yang saya baca pertama kali di blog Sibair. Lalu ada lagi Ipat (dia memiliki kelainan genetik sejak lahir, hampir separuh kulit tubuhnya menghitam dan ditumbuhi bulu, serta memiliki kelamin ganda) yang saya baca beritanya di blog mbak Devi. Sampai berita terakhir yang saya baca melalui twitter tentang bayi kembar 3 yang ditinggal mati ibunya (alm. Lily Lubis) saat melahirkan yg mana diceritakan dengan sangat menyentuh oleh  sahabat Mbak Lily yg bener-bener bikin saya nangis!

 

Oh, enggak… Enggak… Saya nggak ngajak pembaca blog saya rame-rame merasa sedih dan kasihan. Saya nggak pinter bikin kalimat yang bikin air mata mengalir. Sungguh! Ini benar-benar keinginan saya dari hati untuk mengajak semua orang agar mau lebih “berbubat” karena kasihan aja sama sekali nggak membantu mereka, loh! Bayangkan jika kalian yang berada di posisi keluarga anak-anak ini. Bayangkan jika kalian hanya dikasihani, tanpa dibantu. Cobalah berempati sedikit. Mungkin kita (yang Alhamdulillah tidak mengalami masalah serupa) adalah orang yang sedang beruntung. Tapi bisa jadi keberuntungan tidak selalu berada pada kita, kan?

 

Dan yang lebih miris lagi, barusan saja saya membaca berita tentang kelaparan di Somalia yg berjudul “Ketika Ibu Harus Memilih Anak Mana yang Akan Dibiarkan Mati”. (bisa juga dibaca di sini) Haduh, sesek banget ini dada ngebacanya. Padahal saya bukan seorang ibu. Tapi saya bisa ngebayangin perasaan para ibu ini. Bikin saya merasa bersyukur juga dengan apa yg saya punya sekarang dan terpanggil untuk melakukan sesuatu. Padahal saya bukan orang kaya juga, sih. Tapi nggak perlu nunggu kaya untuk bisa membantu orang lain.

 

Buat yang ingin menyisihkan sedikit rejekinya bagi anak-anak ini, berikut saya jejerkan informasi kepada siapa kalian bisa menyalurkan bantuan :

 

1. Koin Peduli Jesica

BCA : 2140642889 a/n Ratih Ayu Yuliana (nomor rek. Mandiri-nya ada, tapi saya sudah mencoba beberapa kali transfer ke rek. Mandiri-nya namun selalu gagal).

 

2. Lentera untuk Ipat

Bank Mandiri : 1300004747641 a/n Inanda Tiaka.


3. Bayi Kembar Tiga alm. Lily Riyana Lubis

BCA : 8420305801 a/n Watary Kurniawan (suami mbak Lily).

 

4. Membantu korban kelaparan di Somalia

BCA : 6760302021 a/n Aksi Cepat Tanggap

Bank Mandiri : 1280004593338 a/n Aksi Cepat Tanggap

 

Satu hal… Suatu hari nanti mungkin dunia ini akan berada di tangan anak-anak ini. Saat itu, mungkin saya sudah tua dan benar-benar menggantungkan masa depan dunia di tangan mereka.

 

 

 

nb : maaf, kolom komentarnya saya tutup. jika ada yg ingin ditanyakan, silahkan hubungi saya melalui halaman Contact di blog ini. terimakasih. :)