“Masih Bukan Cinta Biasa”

Saya nggak pernah berharap orang-orang akan suka film atau musik yang saya suka. Kecendrungannya malah hampir selalu sebaliknya. Film Captain America yg baru-baru ini saya tonton, misalnya. Banyak teman yang nggak suka film itu. Sebagian mengkritik karena tidak puas. Namun, sungguh! Ketika saya menontonnya sendiri, saya tidak mengerti dimana letak jeleknya film ini karena saya benar-benar dapat menikmati film ini dari awal hingga akhir. Mampu membuat saya terkagum-kagum. Ya humornya, ya plotnya. Semuanya pas! Sehingga jika ada yg bertanya pada saya, apakah film Captain America itu bagus? Maka akan saya jawab : bagus.

 

Sebaliknya, film Transformers yang dipuja-puji oleh banyak orang, buat saya malah jelek. Alasannya? Hmmm… Sebentar. Saya pikir dulu harus mulai dari point yg mana karena terlalu banyak kekurangan film ini menurut saya. Baiklah, akan saya list saja :

 

  1. Robot yang terlalu detail dengan jeda sorotan yang hanya sebentar-sebentar membuat saya pusing. Terlalu banyak yang bisa dilihat, namun terlalu sedikit waktu yang disediakan.
  2. Saking tingginya robot-robot itu, saya merasa kurang puas karena kerap kali melihat robot yang tidak utuh.
  3. Cuplikan kejar-kejaran di jalan toll di film Transformers 3 (Dark of The Moon) adalah potongan film The Island (tahun 2005). Meskipun kedua film ini sama-sama film arahan Michael Bay, tetep aja bikin saya ngerasa : Ih, Michael Bay kok males banget sih bikin adegan ginian?
  4. Yang ini cukup fatal : di film Transformer 3 (Dark of The Moon) kan ada adegan kejar-kejaran di dalam gedung yang hancur, tuh. Saya masih ingaaatt banget. Pas adegan ini tuh awalnya Mbak Carley Spancer (Rosie Huntington-Whiteley) pake selop warna coklat. Eeeehhh…  Tak lama kemudian, waktu dia keluar dari gedung, selopnya secara ajaib berubah aja gitu jadi hi heels warna item! Bikin saya mikir, kapan ya si mbak ini  sempet ganti selop???

 

Ok, dari pd saya lanjut mengkritik film Transformers yg sebenarnya bukan inti dari postingan ini, lebih baik saya sudahi saja. :P Hehehe… Apa yg baru saja kalian baca sesungguhnya hanyalah intro! Hahaha… *siap-siap dicemberutin*

 

Saya sebenarnya pengen cerita, saya baruu aja nonton film “Masih Bukan Cinta Biasa”. Sinopsinya? Seperti biasa, gugeling aja deh yaa… hehehe… Intinya, saya suka film ini. Waktu saya nonton film pertamanya (Bukan Cinta Biasa), saya juga suka. Tapi yaahh… Nggak memfavoritkan jg. Cuma bisa bilang bahwa film ini nggak jelek dan cukup menghibur. Nah, ketika saya nonton sekuelnya, saya makin suka. Menurut saya sekuelnya ini malah lebih bagus dari yang pertama. Humornya lebih dapet. Ending nya nggak ketebak. Dan jujur yah, ini film sukses loh bikin saya nangis! Huwaaaaaaa…

 

 

Bukan Cinta Biasa

 

Masih Bukan Cinta Biasa

Udah gitu, saya terkagum-kagum sama acting nya Axel, anak Ovi /rif itu. Nggak buruk sama sekali meskipun baru kali ini dia terjun ke dunia acting! Hmm… Tp mungkin karena karakter Vino (peran yg dimainkan Axel) juga nggak jauh beda sama karakter Axel kali, ya? Tp apapun itu, saya kagum dengan chemistry yang berhasil dibangun oleh para pemainnya. :D Dan yg bikin agak gimanaa gitu, karena sering kali dimunculkan sisi religinya. Hihihi… Bener-bener di luar dugaan saya! Karena inti ceritanya kan tentang rocker yang baru tau kalo ternyata dia punya anak justru setelah anaknya besar. :P Udah gitu, ceritanya lebih banyak mengangkat sisi hubungan keluarga ketimbang cinta-cintaan pria dan wanita. Hehehe…

 

Saya nggak nyuruh siapapun nonton film ini, karena saya jg nggak yakin semua orang mampu menikmati film ini seperti saya menikmatinya. :)

 

 

 

Nb : Gilaaaaaaaaakkk… Intronya lebih panjang dari pada postingan intinya ternyata! Ckckck…

12 thoughts on ““Masih Bukan Cinta Biasa”

  1. Film ‘masih bukan cinta biasa’ juga di-underestimate di kampusku pdhal mereka belom nonton & saya pun belom nonton.. Tapi saya tertarik nonton karena udah nonton film pertamanya yang menurut saya bagus..

    • Kalo pun belum ada di bioskop, nonton di DVD nya jg nggak apa2 kok, ke. ;P Soalnya kan ini cuma film drama. ;) Ga terlalu rugi kalo ga nonton di bioskop

  2. masak sih transformers jelek. uww padahal di tunggu tunggu banget. sampai sampai menghitung haritungguin DVD nya.

    film indonesia nya. hmm berharap ada di youtube

  3. Waktu ditengah hutan dulu kami selalu nobar film yang diputar di Glo**l tv. Nonton film negeri dhewe kayaknya pasti liat-liat dulu siapa pemainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *