Hey, Calon Pengusaha! Tonton deh Film The Billionare! ^^

Pernah suatu hari, saya mikir. Apa sih enaknya jadi pengusaha atau wirausahawan itu? Kok banyak ya orang yang mau jadi pengusaha? Padahal jadi orang yang punya usaha sendiri itu kan ribet. Harus ngurus segala sesuatunya sendiri termasuk pajak dan gaji karyawan. Harus siap dengan segala resiko, termasuk usaha bangkrut. Belum lagi harus mikirin nasib pekerja-pekerjanya kalo sampe usahanya bangkrut. Trus, asiknya dimana? Karena selama ini kalo saya lihat kebanyakan orang mau jadi pengusaha itu karena ingin menjadi “boss”. Secara otomatis, penghasilannya akan lebih tinggi ketimbang bawahannya. Padahal, buka usaha itu kan nggak mudah. Tantangan dan resikonya juga kadang unpredictable.

 

Dibandingkan jika jadi karyawan seperti saya sekarang ini, misalnya. Pajak sudah dibayar oleh perusahaan. Asuransi kesehatan juga sudah ada yang jamin. Tiap akhir bulan tinggal nunggu gajian. Pokoknya, taunya tinggal kerja yang bener. Masalah lain sudah ada yang ngurusin. Jadi yaah… So far sih saya seneng-seneng aja jadi karyawan. Saya lebih butuh penghasilan tetap ketimbang yang lain. Karena menurut saya, jika pengeluaran rutin saja bisa tetap, maka pemasukan pun juga harus tetap.

 

Hingga akhirnya nggak sengaja saya nonton trailer film Thailand, The Billionaire sebelum filmnya sendiri tayang di sini. Kurang lebih, beginilah sinopsis filmnya yang saya ambil dari website Blitzmegaplex :

Saat usia 16, dia adalah pencandu game online. Saat usia 17, ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang. Saat usia 18, keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebesar 40 juta Baht. Saat usia 19, dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yang dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand. Kini, di usia 26, ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf. Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.

 

Inilah trailer film tersebut yang saya ambil dari Youtube :

 

Yes, it’s based on true story. Inilah penampakan Top Ittipat yang asli :

 

Yang mana, dalam film ini Top Ittipat diperankan oleh Peach Pachara Chirathivat yang sudah dikenal melalui film Suckseed (pernah saya posting di sini). Tampang sengaknya cocok banget deh memerankan karakter Top yang egois dan “sinting”. Hehehe… Dan menurut saya, memang harus jadi orang yg sesinting ini untuk bisa jadi pengusaha yang sukses dalam usia yang masih semuda itu.

cuplikan film "The Billionaire"

 

Bayangkan, di usia remaja  Top sudah mampu membeli mobil sendiri dari uang yang didapatnya melalui game online. Dia bahkan menolak ketika ayahnya menawarkan diri untuk membiayai kuliahnya. Karena Top sendiri dari awal memang tidak berminat untuk kuliah. Ia lebih memilih fokus dengan usaha kecil-kecilan yang pelan-pelan ia bangun sendiri bersama seorang paman yang sudah cukup tua. Bagian yang paling saya suka adalah saat Top melakukan survey ke beberapa penjual kacang demi belajar memasak kacang yang enak dan “beda”. Setiap ilmu yang didapatnya dari pedagang-pedagang lain ini ia catat. Kemudian semua tips dari semua pedagang-pedagang ini ia padukan. Ya, Top lebih memilih belajar dengan melihat praktek langsung ke lapangan. Karena itu ia hampir tidak pernah masuk kuliah karena terlalu bosan mendengar teori dari para pengajar di depan kelas sehingga ia hanya menitipkan sebuah tape recorder kepada teman sekelasnya untuk merekam perkataan para pengajar tersebut. Hahaha… Kok dulu waktu kuliah saya nggak pernah kepikiran seperti ini, ya? :P

 

Jujur, film ini bikin saya merinding dan *ehem* nangis di dalam bioskop saat menontonnya. Hambatan yang dilalui Top untuk mengembangkan usahanya sangat sulit. Apalagi ia melakukan semuanya demi melunasi hutang ayahnya yang sangat besar agar rumah mereka tidak jadi disita oleh bank. Ckckck… Bayangkan, hari gini ada berapa banyak sih anak muda yang mau dan kepikiran ngelunasin hutang orang tuanya yang luar biasa banyaknya? Ada juga kebanyakan bisanya cuma “minta-minta” sama ortunya. :P Gimana saya nggak salut sama tokoh “sinting” yang 1 ini?

 

Jadi, setelah menonton film ini kesimpulan saya adalah :

Untuk bisa menjadi seorang pengusaha, hal pertama yg harus dimiliki adalah nyali. Dan untuk bisa jadi pengusaha yang sukses itu, harus bisa jadi orang “sinting” dan egois. Semakin kuat kemauan, maka semakin dekat pula kesuksesan itu dengan kita. Dan guru yang paling baik adalah pengalaman. Mungkin terdengar klasik, tapi itu sudah terbukti. Jadi, jangan ngeluh jika melewati masa-masa yang sulit. Karena kamu hari ini adalah yang menentukan kamu di masa yang akan datang. :)

 

Trus apakah saya jadi terinspirasi untuk menjadi pengusaha setelah menonton film ini? Hohoho… Keinginan sih akhirnya ada. Tapi rasanya saya belum siap untuk bisa jadi orang yang “sesinting” Top Ittipat. :| Kalian sudah merasa siap? So, tunggu apalagi?

 

 

*gambar diambil dari sini, sini, dan sini*

16 thoughts on “Hey, Calon Pengusaha! Tonton deh Film The Billionare! ^^

  1. Keren abis ya Top ini! Dalam usia 26 tahun udah bisa ngasilin ratusan juta bath.

    Tapi kalo saya mungkin nyalinya nggak segede Top. Resikonya itu kalau rugi, padahal kalo namanya usaha, kalo nggak untung ya rugi. :)

    • Nah, yg bikin aku nangis itu pas adegan Top meluk si paman dan bilang kalo usaha terakhirnya ini gagal, maka dia ga akan punya apa2 lg. :) sedih deh, mbak. aku pun rasanya belum punya nyali utk menerima resiko seperti itu.

  2. mbak nilla. Keren bgt reviewnya. Based on true story yang bikin film ini menarik klo menurut yang saya baca. Segala sesuatu yang diambil dari dunia nyata dan disajikan secara apik pasti hasilnya ok bgt, ya toh?

  3. OoO ini film tho, kapan hari pernah liat penampakan gambarnya itu di profpic messenger seorang temen. Jadi pengen ikutan nonton, secara lagi kepikiran juga buka usaha sendiri. Padahal belum pernah punya pengalaman, nekat aja kali ya, kayak si Top inih? :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *