Tentang Ukuran

Beberapa hari yang lalu, temen kantor saya nanyain ukuran baju saya. Saat itu, jujur saya agak bingung menjawabnya. Apakah S? M? Atau L? Entahlah, saya benar-benar bingung. Karena sebagian baju yang saya pakai masih ada yang berukuran S. Tapi sebagian besar sudah berukuran M. Namun ada juga yang berukuran L. Aaaaaaarrrgghh… Berat bedan saya memang sedang tidak stabil. Baru berasa kalo jam tangan mulai mengetat atau melonggar. Atau saat celana yang saya pakai harus menggunakan ikat pinggang atau tidak.

 

Saya teringat saat beberapa waktu yang lalu ketika saya akan membeli sebuah celana panjang. Saat itu saya mencoba celana yang berukuran M. Hasilnya? Sampai paha masih bisa kaki saya masuk ke dalam celana tersebut. Namun, sudah tidak bisa melewati pantat. Saya juga mencoba celana lain dan selalu seperti itu. Sudah tidak ada celana berukuran M yang muat di pinggul saya. Iya, selalu mentok dipinggul. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah celana yang benar-benar saya suka. Mbak mbak yang membantu mencarikan ukuran saya langsung menyodorkan celana berukuran L/XL dengan wajah yang agak nggak tega. Errrr… Sungguh saya dengan berat hati menerimanya. Saat saya mencobanya di ruang ganti, saya benar-benar terkejut karena ternyata celana tersebut benar-benar pas di kaki dan pinggul saya! Saya terdiam sejenak di depan cermin. Jadi… Jadi… Benarkah sekarang ukuran celana saya sudah L/XL??? Rasanya masih nggak percaya. Pedih, sodara-sodara…

 

Dulu saya sama sekali tidak bisa menyangka bahwa berat saya akan naik seperti ini. Karena dulu saya susah sekali menaikkan berat badan. Hanya mentok di 45 kg meskipun udah makan segitu banyaknya. Dulu sekali saat saya masih kuliah malah berat saya hanya berkisar antara 38 kg – 45 kg saja. Sekarang? Errr… Berat saya sudah mencapai 50 kg – 52 kg. Sungguh luar biasa peningkatannya. Kalau ditanya, “Kok bisa?”. Saya juga bingung sih jawabnya. Karena saya benar-benar tidak dengan sengaja menaikkan berat badan. Tau-tau celana lama saya sudah nggak muat lagi dan perut saya semakin membuncit. Hihihi…

 

Perbedaan berat badan saya dari tahun ke tahun...

 

Memang saya pernah ingin menggemuk. Tapi ya nggak terus menerus naik berat badannya sedrastis ini. Huhuhu… Saya hanya ingin memilik berat badan ideal. Eh iya, untuk tinggi 163 cm, berat 50 kg itu sebenarnya termasuk ideal, kan? :| Tapi kok perut dan pinggul saya gede gini, ya? Bikin saya rada nggak PD. Hiks… Padahal saya termasuk rajin olahraga juga, loh. Ah, tapi saya mendadak kangen punya perut yang kecil dan pinggul yang tidak terlalu besar… TT__TT Meskipun yah saya juga tidak ingin kembali mengurus juga karena punya badan kurus itu juga nggak enak. Kayak nggak ada tenaga gitu. :|

 

Jadi begini toh rasanya punya berut buncit, pinggul gede, dan kadang menahan keinginan untuk makan supaya berat badan tidak terus bertambah?

10 thoughts on “Tentang Ukuran

  1. kyaaa kok tinggi badan kita sama ya, perasaan aku lebih tinggi. *ditendang*

    segitu udah cukup, tant… tinggal dijaga aja. aku sendiri mau balik ke angka segitu susahnya ampun-ampunan. :|

  2. Hwee masa sih Niill ?? Kamu bisa gemuk? Nggak percaya! Waktu kita kopdar taun 2010 itu aja aku sempet mikir…. nih si Nilla dagingnya ketinggalan di kost2an kali ya? Langsing sumangsing pisaann!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *