Belanja

Dulu saya pernah berfikir, kenapa sih ada orang yang segitu gilanya belanja? Untuk orang seperti saya yang nggak akan ke Department Store khusus untuk belanja pakaian dan kawan-kawannya itu, hal tersebut adalah hal yang tidak lumrah. Tidak menarik. Menghabiskan waktu dan uang untuk membeli barang-barang baru yang akhirnya cuma akan menuh-menuhin lemari dan kamar sama sekali bukan hiburan menurut saya. Saya memilih menghabiskan uang dan waktu untuk jalan-jalan ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi.

 

Tapi… Itu dulu. :|

 

Sekarang? Sejak menjamurnya online shop / online store di ranah maya ini, plus kemudahan pembayaran dengan Kartu Kredit dan internet banking, maka saya pun berubah. -___- Suka nggak tahan lihat barang-barang lucu yang terpampang dengan sangat menarik (pinter aja deh itu yang bikin foto produknya) di website. Tau-tau tangan saya udah klak klik-klak klik nentuin warna dan ukuran. Lalu tanpa sadar tangan meraih token semacam Key BCA, melakukan pembayaran via online, dan beberapa hari kemudian barang yang saya pesan sudah tiba di alamat saya. Begitu saja. Begitu mudahnya.

 

 

Kemudahan seperti itu bikin nagih. Jadilah saya berkali-kali membuka online shop / online store di waktu luang. Memilih barang yang sesuai dengan selera saya, melakukan pembayaran, dan beberapa hari kemudian barang yang saya pesan pun tiba. Lagi dan lagi. Mbak kos rada jengkel juga kali yah berkali-kali kosan kedatangan kurir. :P Hihihi… Akhirnya tanpa saya sadari, pelan-pelan kamar kos saya jadi keramean barang. Lemari terasa semakin sempit. Rak sepatu sepertinya sudah butuh beli yang baru, dan aksesori saya udah nggak tau lagi harus diletakin di mana. Oh tidaaaaaaaaaaakkk… *Okay, yang ini sih mungkin agak lebay*

 

Untung loh akhirnya saya sadar kalo saya sudah kebanyakan belanja. Akhirnya sekarang saya lebih hati-hati kalo lihat iklan di internet. Yah… Jujur aja, kadang masih suka tergoda untuk buka webnya, sih. Tapi untungnya nggak sampai memasukkan produk ke “keranjang belanja” dan melakukan pembayaran online. Hihihi… Nggak segitu beratnya ternyata. Sepetinya taraf kecanduan belanja saya belum sampai ke level tinggi. :P Emang dasarnya nggak doyan belanja juga, sih.

 

Nggak cuma itu. Saya juga sekarang suka mikir beberapa kali terlebih dahulu sebelum membeli sesuatu. Bahkan lebih memperhatikan harga. Untuk makan, misalnya. Dulu saya nggak peduli kalau sering makan di tempat mahal. Toh punya duit ini. *ejiyeeehh…* Tapi setelah saya hitung-hitung, jika saya membeli makanan dengan harga yang lebih efisien, saya bisa menabung lebih banyak. Lebih banyak dari yang bisa saya duga. Maka, jadilah saya membuat moto baru dalam memilih makanan: “Yang penting Halal, bersih, dan murah”. Hihihi… Kalo soal sehat sih selalu saya pikirkan belakangan *Oooopps…*

 

So, apakah di luar sana banyak yang mulai kecanduan belanja juga? *nyari temen* Hmmm… Mungkin bisa dideteksi dengan semakin banyaknya barang baru di kamar kalian… :|

5 thoughts on “Belanja

  1. sama ka, dulu saya heran sama orang lain belanja smp segitunya. sekarang saya heran sama diri sendiri, tau-tau habis banyak aja. bahkan untuk sekedar jajan cemilan di indom*art

  2. Online shopping memang bisa bikin kecanduan. Dulu saya sempet merasakan euforia ini karena praktis banget. Baru kapok setelah diprotes hubby dan karena barang yang dikirim nggak sesuai foto dan mau komplennya ribet. Akhirnya baru bener2x belanja baju dll kalo memang butuh aja sementara belanja mingguan rutin buat sehari2x selalu bareng hubby yang rajin ngecek harga (saya mah biasanya suka lupa lihat tag harga dan asal masukin aja ke keranjang belanjaan :D)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *