Yuk, Belajar tentang Kehidupan dari Film Rayya… ;)

Beberapa hari yg lalu, saya sempet baca twit mbak Eno @nagacentil di timeline:

 

Ternyata mbak Eno baru aja menang kuis berhadiah tiket nonton gratis untuk sebuah acara nobar (nonton bareng) dari @UFM947. Hmmm… Sebenarnya saya emang paling males sih ke Jakarta kalo nggak penting-penting banget. Tapi kebetulan saya lagi mood aja ke Jakarta wiken kemarin. Jadi, saya ambillah kesempatan menonton gratis itu. Hehe…

 

Film yang akan ditonton adalah film “Rayya (Cahaya di atas Cahaya)“. Yang mana menurut informasi yg saya baca, sebenarnya film ini baru akan diputar di bioskop pada tanggal 20 September nanti. Hmmm… Saya belum pernah tau tentang film itu sebenarnya. Jadi setelah dipastikan oleh mbak Eno bahwa saya termasuk salah 1 yang mendapat tiket gratis tersebut, barulah saya googling tentang film ini. Sinopsis dan detail info tentang film ini bisa dibaca di sini. Tampak menarik. Terlebih lagi ketika saya mendapat info bahwa kedua pemeran utamanya (Tio Pakusadewo dan Titi Sjuman) juga akan hadir di acara nobar tersebut, saya jd semakin excited. Meskipun saya bukan penggemar berat mereka jg sih… :P

 

Nah, pas hari-H saya datang kepagian. Jam 7.30 pagi saya sudah tiba di PIM. Lucunya, yg ngajak nonton malah nyariiiiiss datang terlambat. Hahaha… *colek-colek mbak Eno* Oh ya, selain saya juga ada mbak @oelpha dan mbak okky @hlistiani yg ikutan nonton. Secara saya udh lama nggak ketemu mereka, jd semacam reuni gitu, deh. ;)

 

Mbak Okky, saya, dan mbak Oelpha

 

tiket masuk

Film baru diputar jam 10 teng. Sebelumnya ada sesi bagi-bagi goody bag dari UFM bagi pemenang kuis yang dilakukan di dalam bioskop sebelum film diputar. Di sana udah ada penampakan Om Tio *uhuk* dan mbak Titi di depan penonton.

 

Akhirnya film yang ditunggu-tunggu pun diputar selama kurang lebih 2 jam. Penilaian subjektif saya setelah menonton film ini: filmnya bagus. Yang paling saya suka adalah dialognya yg cerdas dan indah. Nggak heran setelah mengetahui siapa yang ada di balik naskah film tersebut: Emha Ainun Najib. Tokoh yg memang sudah sangat pro di bidang sastra dan teater. Banyak sekali kalimat dalam film ini yg bikin saya kagum. Diantaranya lebih kurang kalimat-kalimatnya seperti ini (eh, ya nggak persis banget begini juga sih kalimatnya):

 

1. “Kamu itu seperti guci keramik, Rayya. Kamu berharap orang lain menjaga perasaanmu yg rapuh, tapi kamu sendiri kosong. Nggak ada isinya. Nggak punya perasaan.” (Diucapkan Kemal, saat emosi diusir dan dipecat Rayya).

2. “Saya malah merasa lebih baik dari artis di ibukota, mbak. Soalnya… Yah… Siapa yang nggak mau sih jadi artis terkenal? Tapi apa ada yg mau bekerja seperti saya?” (Diucapkan seorang gadis penggiting rokok di pabrik, saat berdialog dengan Rayya)

3. “Dalam setahun ada 365 hari. Tapi 364 harinya kalah sama 1 hari. Yaitu: Hari Raya(Rayya)” (Diucapkan oleh salah seorang tim pembuat buku biografi Rayya saat meeting)

 

Dan masih banyaaaaakk dialog lain yang lebih “jleb”. Saya lupa persisnya apa aja. Hehe… Nonton sendiri, deh. Pasti terpukau. Apalagi film ini banyak mempertontonkan keindahan alam Indonesia. Hmmm… Mungkin film ini juga akan “dibawa”/dilombakan di luar negri kali, ya? Jadi sekalian memperkenalkan keindahan alam Indonesia pada dunia.

 

Ending film ini sangat menyentuh. Lagi-lagi karena dialognya yg membuat kita terlena dan menyesakkan. Mata saya sukses berkaca-kaca saat Rayya berbicara tentang pelajaran hidup yang didapatnya dari masyarakat yang ditemuinya dalam perjalanan. Bikin saya sukses mikir, “Ya ampun… Gw ini nggak ada hebat-hebatnya dibandingkan mereka. Jd apa yg perlu disombongkan?”

 

Oh ya, film ini juga bagus banget loh ditonton sama yang lagi selingkuh atau diselingkuhin atau yang lagi dijadikan selingkuhan. Secara ceritanya si Rayya dan Arya sama-sama punya masalah dalam hal perselingkuhan di hubungan masing-masing. Hehe… Bisalah buat jd bahan renungan gitu. :P

 

Dan bagian yang paling menyenangkan adalaaaaahh…….. akhirnya saya sempet jg loh foto bareng Om Tio… *nangis bahagia* Ganteng, yaaa… XD

 

Saya, Om Tio Pakusadewo, dan mbak Eno

 

Makasih banyak buat UFM yang sudah memberikan kesempatan menarik ini kepada kami. Makasih juga buat mbak Eno atas ajakannya. :D Sering-sering aja, ya. XD

8 thoughts on “Yuk, Belajar tentang Kehidupan dari Film Rayya… ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *