Kampanye yang Manis

 

Beberapa hari yang lalu, saya ke mall Living World Alam Sutera, Serpong. Baru aja masuk ke dalam mall, langsung bisa melihat tulisan gede yang berada di tengah-tengah mall: “Program Bibit Hijau”. Hmmm… Waktu itu, saya nggak terlalu ngeh programnya seperti apa. Tapi saya sudah melihat ada banyak orang yang membawa beberapa taneman di dalam troli mereka.

 

Kemudian saya ke lantai paling atas, ke Toys Kingdom tepatnya. Di sana saya mencari mainan yang akan saya hadiahi untuk adik saya yang sedang berulang tahun. Harganya cukup lumayan, sih. Sekitar 400an ribu rupiah. Saat saya membayar ke kasir, eh kasirnya ngomong, “Struknya bisa ditukar bibit pohon di lantai bawah, mbak.” Saat itu saya baru ngeh, ternyata orang-orang yang saya lihat membawa taneman-teneman di lantai bawah itu mungkin habis menukarkan struk dengan bibit pohon. Wah, menarik juga! Tadinya saya pikir saya hanya dapat 1 bibit, loh. Karena si kasir nggak ngasih tau berapa bibit pohon yang bisa saya dapat.

 

Kemudian turunlah saya ke bawah, ke tempat pergantian bibit. Lumayan ngantri juga. Nggak nyangka banyak yang tertarik dengan program ini. Saya juga excited banget saat itu. Meskipun saya sebenarnya mikir, mau ditanam di mana bibit pohon ini? Wong saya ngekos. Masa mau ditanam di pekarangan kosan yang jelas-jelas bukan milik saya? Hahaha… Tapi yah biarin deh. Rencananya waktu itu bibitnya mau saya tanam di pot dulu mumpung masih kecil.

 

Nah, ketika giliran saya menukarkan struk dengan kupon, barulah saya sadar bahwa saya mendapat 4 bibit. Saya langsung nanya sama petugasnya, “Emmm… Sebenarnya dapat 1 bibit untuk tiap pembelanjaan berapa rupiah sih, mas?” Dan si masnya pun menjawab, “Seratus ribu, bu. Untuk pembelian barang di Ace Hardware, Informa, dan Toys Kingdom”. BU??? Saya membatin. Sebenernya rada kesel sih dipanggil ibu. Tapi saya maapin aja masnya secara saya lagi seneng dapat bibit! Hihihi… Trus pas di tempat penukaran kupon dengan bibit, saya langsung mikir. Kalau bawa 4 bibit pohon ke kosan, ribet juga kali, ya? Lagian mau ditanem dimana? Jadilah saya memutuskan untuk mengambil 2 bibit saja. Sebenarnya pilihan bibitnya tuh ada banyak. Yang saya pilih adalah bibit pohon Mangga dan Sirsak. Ini dia penampakannya:

 

Bibit ini sekarang sudah saya letakkan dalam pot di kosan saya. Setiap hari saya siram dan rawat dengan sebaik-baiknya. Belakangan saya jadi sering browsing tentang cara merawat tanaman. Ini pengalaman baru buat saya dalam bercocok tanam. Karena selama ini saya memang nggak segitu tertariknya dengan tanam menanam. Entah kenapa kali ini hati saya benar-benar tergerak untuk mencoba menanam pohon. Saya pikir, kampanye seperti ini sangat positif. Karena konsumen bukannya dikasih diskon atau voucher belanja sehingga akan membuat konsumen menjadi semakin konsumtif. Eh malah dikasih bibit pohon supaya semakin banyak pohon yang ditanam dan dilestarikan oleh orang-orang di rumahnya masing-masing yang mana akan sangat banyak manfaatnya bagi bumi. Menarik, bukan? :)

 

Dan kenapa saya menjuduli postingan ini “Kampanye yang Manis”? Karena buah Mangga dan Sirsak adalah buah yang manis. Aaaaaaaaakkk… Nggak sabar nunggu buahnya muncul! ^o^ Yah, meskipun dari sumber yang saya baca, buahnya baru akan muncul sekitar 2-3 tahun lagi. Mudah-mudahan saat itu saya sudah punya rumah sendiri dan sudah bisa menanam bibit pohon ini di pekarangan rumah saya, ya. ;D

4 thoughts on “Kampanye yang Manis

  1. ah ibu, biasa aja kali :p

    eh seru tuh, kapan ya di surabaya :D

    terus kamu beli mainannya adikmu seharga 400ribu ya, la ? ck ck ck :p

  2. yah udah terlanjur pulang sih ya kamu Nil? aku mo nitip nanya padahal, kapan program itu mampir di PIM atau Gancit? Lumayan sering belanja di Ace & Informa soalnya… serius tertarik banget! (yang meskipun udah punya rumah sendiri, sama aja gak punya lahan buat nanem pu’un juga siihh…. Taman seucrit dikuasai mesin air (^^,) )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *