Lesson Learned

1. Bahwa kemana-mana sendiri itu not that bad.

Selama ini saya nggak pernah bisa menikmati kesendirian. Makan harus ada yang nemenin sambil ngobrol, nonton harus ada teman diskusinya, jalan-jalan harus ada temennya juga karena saya akan seperti anak hilang kalau jalan sendirian. Hilang arah. Dan saya ini gampang banget kesasar. Tapi setelah saya coba jalan sendirian, nonton sendirian, makan sendirian, sekali lagi, not that bad. Saya jadi punya waktu untuk merenungkan sesuatu yang perlu saya renungi. Dan saya jadi bisa fokus melihat orang-orang yang berada di sekitar saya. Nonton film sendirian pun ternyata jadi lebih kusyuk. Errr… Meskipun saya tetap merasa jalan, nonton, dan makan itu lebih asyik kalo ada temennya sih. Tapi bukan berarti jika dilakukan sendirian jadi nggak enak. ;)

 

2. Bahwa teman-teman terbaik saya selalu ada di sekitar saya dan selalu setia menemani saya.

Ya, SELALU! Selalu ada yang bersedia menelpon saat saya sedang sedih, selalu ada saja yang memeluk saya di saat saya butuh kekuatan, dan selalu ada saja yang ngajak jalan di saat saya merasa mulai kesepian. Ternyata memang ada banyak sekali orang yang bisa diandalkan. Saya tiba-tiba merasa beruntung. Ternyata saya memang dikelilingi orang-orang yang sangat menyayangi saya dengan tulus. ^^ InsyaAllah saya nggak akan pernah lupa siapa saja yang pernah punya jasa dalam hidup saya, khususnya saat saya berada di titik paling rendah dalam hidup saya. Thanks, guys.. :’) Memang jumlah teman-teman terbaik tidak banyak. Tapi saya keinget kata-kata Mary di film All About Steve: “Just find someone as normal as you, if not a whole bunch.

 

3. Bahwa jatuh cinta itu memang lebih nikmat pelan-pelan.

Tanpa merasa terburu-buru dan menggebu-gebu. Lebih greget sensasinya. Hihihi… Orang yang kini bisa membuat saya jatuh cinta adalah orang yang justru menambah nilai-nilai kebaikan dalam diri saya. :) Bukan orang yang membuat saya terlalu mabuk dan buta karena cinta. Namun masih bisa membuat saya menggenggam sebagian logika saya saat bersamanya. Saya teringat kutipan di film All About Steve lagi: “If you love someone, set him free. If you have to stalk him, he probably wasn’t yours from the first place.” Noted! ;P Oh, if you’re curious… Yes! I’m (finally) falling in love again! ^^ With a better way. :)

 

4. Bahwa tidak perlu merasa sedih jika dijahati orang lain.

Karena orang-orang yang menjahati kita sebenarnya adalah orang-orang yang rendah. Dengan dia menjahati kita, maka dia sudah secara otomatis mengurangi value dari kualitas kepribadiannya sendiri. Justru kasihani sajalah orang-orang semacam itu. Tidak perlu fokus pada mereka. Fokus saja dengan diri sendiri, memperbaiki diri agar menjadi orang yang lebih baik dan semakin baik lagi. ;) Jadi, hidup itu adalah perjuangan meningkatkan value, loh! Hihihi..

 

And thank’s God for these lesson. :) Life is full of something to learn. Salah, belajar, salah, belajar, salah, belajar lagi nggak ada habisnya. The important thing is… It will set you to be a better person. ;)

14 thoughts on “Lesson Learned

  1. yang poin 1, hihihihi…. dulu aku sering juga kemana2 sendirian, yha nonton bioskop yha belanja yha nongkrong di mcd hihihihi…. lebih bebas aja rasanya :D

    yang poin 3, uhukk uhukkk (*jadi batuk2 gini nil) :D

  2. Kadang mesti gitu kejadiannya nil, biar kita tahu mana yang layak diperjuangkan, mana yang nggak. Kadang emang kudu gitu jalannya. Sakitnya cuma di awal, abis itu move on-nya lebih gampang. Soalnya kita tahu, kalo masa lalu yg satu ini emang layak dilupakan.
    Eh, gue juga kadang2 jalan sendirian. Emang gak biasa, tapi seenggaknya udah bisa.

  3. setujuuh, kadang sendiri itu lebih menyenangkan malah, kita lebih bisa ngasih waktu utk diri kita sendiri tanpa harus merasa gak enak ma org lain.

    belum nonton tuh film, nanti cari ah.. heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *