Solo – Madiun – Jogja

Rencananya, long weekend minggu lalu itu saya dan pacar akan naik gunung Lawu. Secara saya belum pernah naik gunung, jadi saya sangat excited dan sudah membeli tiket kereta Jakarta – Solo dari jauh-jauh hari. Tapi, suatu malam, si pacar ngomong, “Mama ngajak kamu main ke rumah di Madiun, tuh. Gimana? Kamu mau, nggak?”. Waw… Saya agak kaget awalnya. Tapi saya akhirnya menerima ajakan tersebut. Selain juga pertimbangan bahwa rencana setelah naik gunung itu kami akan menghadiri pernikahan Mbak Meth dan Mas Pitik di Jogja, maka rencana naik gunung benar-benar kami batalkan. Karena yah nggak mau juga nanti kecapean banget waktu datang ke kondangannya. Hehehe…

.

So, rencana akhirnya dimatangkan. Tanggal 5 Juni malam, saya dan pacar akan naik kereta kelas bisnis jurusan Jakarta – Solo. Diperkirakan sampai Solo tanggal 6 pagi, lalu kami akan jalan-jalan di Solo dulu sampe sore, kemudian melanjutkan perjalanan ke Madiun dengan bus. Menginap semalam di Madiun (iya, di rumah ortunya si pacar. ;P) dan besoknya jalan-jalan di Madiun seharian. Nah, sorenya baru berangkat ke Jogja, dengan bus juga. Menginap di guest house yang sudah dipersiapkan calon manten. Waaa… Saya semakin excited ketika menyadari bahwa saya akan mengunjungi 3 kota dalam 4 hari itu. :D

.

 

Solo

Tiba di Solo tanggal 6 Juni sekitar jam 7 pagi, kami langsung menumpang mandi di Stasiun Solo Balapan. Hehehe… Enak juga tempatnya buat mandi. Kamar mandinya bersih dan lapang. Pokoknya pewe lah untuk berbenah setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 10 jam. Selesai berbenah, saya dan pacar naik becak ke Pasar Klewer. Mencari sarapan dan lanjut belanja batik buat si pacar. Hihihi… Ternyata bener kalo di Solo itu orangnya ramah-ramah, banyak becak, dan makanannya enak-enak. Saya sampai bingung, makanan apa sih yang nggak enak di Solo? ;P

.

Tapi menjelang siang, kami bingung mau ngapain lagi. Si pacar malah ngajakin nonton. Wkwkwk… Sayang juga sih jauh-jauh ke Solo, eh buntut-buntutnya cuma nonton di bioskop. Yah tapi dari pada bingung, akhirnya kami nonton film Now You See Me juga di Solo Square. Lengkap dengan dua backpack gede yang kami bawa. Hihihi… And do you know what? Si pacar sempet ketiduran di bioskop saking capeknya, loh! Mwahahahaha…

.

Setelah nonton, kami pun berangkat ke terminal dengan taxi, lalu mencari bus menuju Madiun. Nah, ada pengalaman unik saat perjalanan dengan bus menuju Madiun ini. Kenapa saya bilang unik? Karena menurut si pacar, seumur-umur dia naik bus Solo – Madiun, baru kali itulah (iya, saat bersama saya pula) busnya mendadak mogok di jalan dan penumpangnya terpaksa ditransfer ke bus lain! Wkwkwk… Jadilah kami yang tadinya udah enak-enakan tidur di kursi, eeh… Malah terpaksa berdiri saat pindah ke bus lain di tengah jalan. Hahaha… Tapi saya sih tetap menikmati perjalanan yang anomali itu. Bahkan saya bilang ke pacar, “Tapi seru juga kan kalo busnya mogok gini? Jadi ada cerita yang berkesan pas kamu ke Madiun sama aku.” Eh, tapi tetep aja tuh si pacar manyun waktu saya becandain gitu. :’|

.

 

Madiun

Sekitar jam 8 malam, akhirnya bus kami tiba di Madiun. Kami disambut gerimis. Dan ternyata rumah ortunya si pacar nggak jauh juga dari terminal. Begitu tiba di rumah tersebut, kedua ortu si pacar langsung menyambut saya dengan baik. Aaaaaaaaakk… Terus terang saya agak malu dan gugup awalnya. Hihihi… :3 Tapi kedua ortu si pacar tampak sangat ramah dan hangat. Saya santai juga akhirnya. Dan berusaha mengenyampingkan fakta bahwa perut saya sedang keram karena baru datang mens. Hiks…

.

Lucunya, ternyata ortu si pacar sengaja membelikan saya masakan Padang karena tau saya ini orang Minang. Padahal yah, saya ini sudah luar biasa bosan makan masakan Padang. Hihihi… Duh, maaf ya om dan tante. ;P Eh buntut-buntutnya saya malah dibeliin baso yang kebetulan lewat di depan rumah. Saya jadi semakin nggak enak. Hahaha… Oh ya, malam itu saya tidur sekamar dengan adik perempuannya si pacar. Saya jadi semakin susah tidur karena asik mengobrol. Terlalu asik ngobrolin si pacar tepatnya. Berbagi rahasia dan aibnya dia. Wkwkwk…

.

Nah, besok paginya saya dibeliin sarapan nasi pecel oleh si tante (mamahnya si pacar). Lucunya, si pacar yang baru datang setelah mengunjungi rumah mbahnya juga ngebawain nasi pecel. Jadi banyak nasi pecel gitu di rumah. :| Eh tapi nasi pecelnya enak, loh! Yah nggak heran, sih. Secara Madiun emang terkenal dengan nasi pecelnya. Trus yah, siangnya saya diajak jalan-jalan keliling Madiun sama si pacar. Diajak mengunjungi sekolahnya jaman SD dan SMP dulu, trus ke Toga Mas. Dan diajak nyobain es krim goreng juga. Waaa… Madiun ternyata panas juga! Tapi saya sangat happy karena masih sering lihat sawah di sini. Trus banyak anak sekolah naik sepeda juga di jalanan. :D Asik banget suasananya.

.

Agak sore sekitar jam 15, si tante mesenin kami taxi buat nganterin ke terminal bus karena kami akan berangkat ke Jogja sore itu juga. Dan perjalanan ke Jogja pun dimulai…

.

Jogja

Tiba di Jogja sekitar jam 8 malam. Saya dan pacar sempet agak kebingungan mencari guest house yang dimaksud karena nomor rumah yang tidak beraturan. Tapi setelah nemu, ternyata sudah ada beberapa tamu di sana yang masih temen-temen saya dan si pacar juga. Mereka juga menginap di guest house itu. Karena sudah sangat lelah setelah menempuh perjalanan selama 5 jam dari Madiun, kami hanya makan malam sebentar di luar dan langsung tidur agar besok paginya bisa tampil fresh ke kondangan (Sitisewu Wedding)

.

Besok paginya cukup hectic, sih. Yah namanya juga mau pergi kondangan. Jadi yang cewe-cewe pada sibuk dandan dan yang cowok-cowok sibuk ngemong anak (bagi yg punya anak tentunya. ;P) karena emaknya lg pada sibuk dandan. Hihihi… Siang sekitar jam 11, mobil yang menjemput pun datang dan kami berangkat ke lokasi yang tertera pada undangan. Karena yang nikah ini blogger yah, jadi acaranya udah berasa kayak kopdar, acara ngumpul-ngumpul para blogger gitu. Haha… Apalagi sudah cukup banyak blogger yang sudah lama tidak bertemu dengan saya. Jadi seru aja, semacam reunian gitu. ;P Selamat buat pernikahannya ya, Mbak Meth dan Mas Pitik! \o/ Semoga bahagia selaluuu… ;P *cipika cipiki*

 .

Besoknya saya dan pacar check out dari guest house sekitar jam 11 siang, naik taxi ke Malioboro. Secara masih ada waktu untuk jalan-jalan sebelum balik ke Jakarta dengan kereta jam 6 sore, maka pergilah kami ke Mirota Batik untuk mencari barang-barang lucu dan unik yang bisa dibawa ke pulang. Hehehe… Sebenarnya sehari sebelumnya udah ke sini juga. Tapi nggak puas karena padet dan rame banget. Eh untunglah saat kami kembali ke sana, di Mirota Batik pas lagi nggak rame banget. Jadi puas deh blanja-blanja. Nah, habis dari Mirota di Malioboro, si pacar ngajak makan di Bu Ageng, yang katanya punya Butet Kertarajasa itu. Eh beneran loh makanan di sana enak-enak banget! Saya nyoba 5 item dan semuanya enak. :D Pelayanannya juga bagus dan toiletnya bersih. Recommended! ;)

 .

Begitu waktu menunjukkan pukul 5 sore, saya dan pacar akhirnya ke Stasiun Tugu. Bersiap-siap untuk naik kereta jam 18.30 menuju Jakarta. Ah… Sungguh perjalanan panjang yang luar biasa. ^^ Sekaligus melelahkan. ;P Tapi sangaaaatt berkesan, sampe rasanya berat sekali mau kembali ke Jakarta. :))

 .

Foto-foto komplit:

.

 .

Note for “you”: Thanks udah ngejagain aku banget, yaa… :) Mari kita lanjutkan perjalanan ke destinasi yang lain… \o/

 

7 thoughts on “Solo – Madiun – Jogja

  1. beh, tumben ga cerita2 kalo ke jogja ck ck
    saya mau ke kondangan itu ga diundang sih, jd semacam sungkan e mau kesana huhu

  2. seru deh nil jalan2 :D. ah gue juga lagi kangen banget bisa lama di perjalanan, naik kereta, bis apa naik mobil gitu, priceless banget.

    gue baca yang posting jelajah gua itu dan langsung ngiler2 mau nyobain :D hihihi

  3. Pingback: ~ FeeL n ThinK ~ » Perihal Masak Memasak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *