Finally 6 months… dan kita masih hangat :)

Dulu dalam sebuah postingan, aku pernah mengutip sebuah quote dari sebuah film: “Jangan memilih pria yg terbaik. Tapi pilihlah pria yg menjadikanmu wanita yg lebih baik.” And finally, I found you (or… actually you found me? hahaha..).

Dulu aku sangat cuek sama diri sendiri. Udah nggak keitung orang-orang yg mengingatkan, “Coba deh la dandan sedikit.” atau, “Ayo nyobain ke salon.” atau, “Jd cewe tuh harus pinter ngerawat diri.” Dan semuaaaanya aku abaikan. Sampe akhirnya aku ketemu kamu. Sempet nggak suka dgn caramu menasehatiku supaya lebih peduli sama penampilan, sih. Bahkan kita pernah bertengkar gara-gara ini. Huh… Tp taukah kamu bahwa diam-diam aku merenungkan semua kata-kata dan nasehatmu? Kamu sudah pasrah saja waktu itu melawan kekeraskepalaanku. Namun akhirnya aku melunak. Aku coba lebih peduli sama diri sendiri. Aku mulai merawat diri. Awalnya aku merasa kesiksa, sih. Sekarang? Masih merasa kesiksa sebenarnya. Hehe… Menghabiskan sekian banyak waktu dan uang utk grooming. Tp ternyata hasilnya memang sepadan. Pelan-pelan, aku mulai menikmati segala aktifitas “keperempuanan” itu. Aku berubah. Ya, akhirnya aku berubah. Menjadi lebih baik, kata orang-orang. :)

Dulu… Sebelum dekat denganmu, aku jg sangat cuek dgn kesehatanku. Seolah sakit adalah sahabatku. Tidak begitu memperhatikan kekesahatan dan makanan yg aku konsumsi. Sampai akhirnya aku jatuh sakit dan harus diopname. Ada kamu di situ. Selalu datang menjenguk tiap ada kesempatan. Kamu nasehati aku supaya lebih peduli pada badanku sendiri. Lagi-lagi aku tak peduli. Terkadang masih bandel dan kembali pada kebiasaan lama. Kamu sempat marah dan mengabaikan aku. Huhu… Akhirnya aku nurut. Semua nasehatmu aku turuti. Dengan ketat kamu ikut mengawasi perkembangan kesehatanku dan terapi yg harus aku jalani selama 6 bulan. Hasilnya? Sekarang aku benar-benar sembuh. Seriously, I won’t make it without your support. :) Terimakasih sudah bersikap “keras” demi kesehatanku, ya. ^^

Dulu… Nggak kebayang sama sekali loh bahwa aku akan menyukai segala aktifitas di dapur. Aku dan dapur sudah lama bermusuhan. Sejak tanganku pernah kesayat pisau dan kejipratan minyak panas. Aku hampir yakin selamanya aku nggak akan menyukai masak. Sampai akhirnya aku ketemu kamu. Ya, kamu yg bahkan sudah sangat lihai di dapur, memasak semua makanan yg kamu suka. Enak sekali sepertinya. Diam-diam sambil mengamati kamu memasak, aku iri. Aku ingin bisa seperti kamu. Lalu kamu ajari aku hal-hal dasar yg perlu aku ketahui. Dengan sabar. Hingga akhirnya aktifitas di dapur seakan sudah menjadi agenda rutin kita kalau bertemu. Pelan-pelan aku memberanikan diri untuk masak sendiri di kosan. Pertama kali mencoba, gagal dan kamu menertawaiku. Haha… Tp tidak apa. Aku malah semakin penasaran dan ingin mencoba lg. Hingga akhirnya aku menemukan pola yg benar. Benar jg kata-katamu, bahwa jika kita sudah bisa masak sendiri, akhirnya kita akan malas jajan di luar. ;) Maka jadilah sekarang aku selalu masak sendiri di kos sepulang kantor meskipun sebenarnya aku bisa saja membeli makanan di luar. Jauh lebih hemat dan lebih sehat.

Ah, ada banyak sekali perubahanku setelah bersamamu. Kamu cukup merasakannya, bukan? Bersamamu, entah kenapa, aku tidak secemburu dulu. Aku tetap bisa menjaga kewarasan dan kestabilanku. Aku tidak cinta buta. Bersamamu, aku merasa semakin matang. Aku terbiasa mandiri dan tidak bergantung. Aku bahkan jauuuh lebih banyak tertawa dan bahagia. Bersamamu aku mendapatkan kasih sayang yg sangat cukup. Tidak lebih dan jg tidak kurang. Kamu tau cara memperlakukanku dgn baik, bahkan tanpa perlu aku minta dan aku dikte.

Kamu adalah partner yang baik. Yg bisa menjaga keseimbangan hubungan. Yg tidak enggan utk membisikkan, “I love you” kapanpun kamu sedang merasakan dan ingin mengutarakannya. Yg tidak akan pernah membiarkan aku sakit dan melindungiku dgn sangat loyal. Selama bersamamu, aku merasa aman. Kamu, yg selalu menganggap aku berharga dan mampu menghargai apapun yg kuberikan. Yg bisa menjaga bara api agar tetap menyala dan panas, bahkan setelah 6 bulan berjalan. Kamu, bahkan menjadi guruku dlm banyak hal. Kita berlajar. Sama-sama belajar. Hingga akhirnya kita berada di sini sekarang… Sejauh ini…

Terimakasih atas 6 bulan yg manis ini, Sayang. :) Terimakasih sudah datang dlm hidupku dan membawa banyak sekali perubahan.

Aku, jauh lebih baik sekarang… Setelah bersamamu.

I love you…

Good relationships don’t just happen. They take time, patience, and two people who truly want to be together.