Tentang PreWed

Tadinya saya nggak mau foto prewed. Pengennya foto postwed aja nanti pas honeymoon. Kan keren, tuh. Fotonya di tempat wisata gitu. Tapi mengingat ada keperluan foto untuk ditampilkan di undangan nikah, jadi jugalah prewed. Dan temen yang bersedia direpotin untuk foto prewed ini adalah Hanung, salah 1 temen pacar saya. Jadilah dia jauh-jauh datang dari Jogja untuk moto-motoin kami. Hihihi…

Dan persiapan sebelum foto ini lumayan juga sih repotnya. Nyiapin outfit nya, aksesori yg akan dipake, menentukan lokasi (yang ternyata justru yg paling ribet!), mikirin make up nya (aaakk untung ada Lea yg juga jadi “asisten”nya Hanung di lokasi. HAHAHA! Saya nggak jago dandan sendiri… -___-), sampe sewa mobil supaya gampang bawa barang (yg nggak sedikit) plus nggak nyusahin kalo terpaksa harus pindah lokasi pengambilan foto.

Oh ya, tentang lokasi… Sebenarnya nemunya nggak sengaja, sih. Konsep awalnya tuh ya, saya tuh pengennya foto di bandara karena temanya traveling (mengingat saya dan pacar suka traveling bareng). Biar sesuai sama konsep undangan yang sedang didesain (oh ya, undangan didesain oleh Lea) dengan konsep tiket pesawat. Tapi setelah banyak browsing, katanya foto prewed di bandara itu ribet, butuh ijin, dan kudu bayar ini-itu. Wew… Nyusahin juga. Akhirnya pacar saya kepikiran untuk foto di rel kereta. Hmmm… Lucu juga, sih. Tapi rel kereta mana coba di Jakarta ini yang aman untuk foto-foto?

Eeh… Nggak sengaja saya lihat profile picture Ridu di Path. Fotonya lagi terlentang gitu di atas rel kereta. Hahaha… Langsung aja saya tanya ke Ridu, dia foto dimana? Dan dia jawab: TMII. Langsung deh tuh saya browsing info tentang foto prewed di sana. Sebenarnya info yang saya dapat cukup beragam. Nggak ada yang nyebutin angka pasti mengingat TMII itu kan lokasinya luas banget dan masing-masing tempat biayanya tuh beda-beda. Ya sudah. Akhirnya saya mikir, selama harganya masih masuk akal sih nggak apa-apa.

Akhirnya hari-H pun datang juga. Saya, si pacar, Hanung, dan Lea beserta supir mobil sewaan berangkat ke TMII pagi-pagi banget. Niatnya buat ngepasin lighting supaya fotonya bagus. Eeh nggak taunya donk, sampe TMII malah mendung. Mwahahahaha… Oh dan ternyata ya… Rel kereta itu adanya di Museum Transportasi di TMII. Dan untuk foto prewed di sana biayanya 150.000! Katanya sih itu biaya resmi, ya. Soalnya kita sengaja minta kwitansinya setelah uang dibayar dan beneran aja kita dapet amplop yang isinya kwitansi pembayaran senilai 150.000.

Begitu masuk, di bagian kanan di dekat pintu masuk ada deretan beberapa gerbong kereta(-keretaan) yang ternyata emang bagus banget untuk dijadikan lokasi pemotretan. Hanung langsung mengeluarkan peralatan tempurnya. Set lighting, trus mulai deh tes foto. Beberapa foto awalnya diambil di dalam gerbong. Seru juga hasilnya.

Hanung dan Lea

Nggak jauh dari deretan gerbong kereta itu terdapat rel kereta yang cukup gede dan panjang. Pengambilan foto yang berikutnya dilakukan di sana. Eh jujur aja ya. Saya sebenarnya agak panik sih beberapa saat sebelum sesi pemotretan ini. Secara saya dan pacar nggak ada yang foto genit. Eh, photogenic maksudnya. ;P Hanung harus bekerja keras mengarahkan kami supaya tidak terlihat kaku. Mwahahahaha… Dan ternyata yah, jadi model untuk difoto itu SANGAT melelahkan! Foto cuma dari sekitar jam 8an sampe jam 11an aja saya udah capek banget rasanya. Huff… Nggak bakat jadi model emang.

Dan untuk hasil fotonya masih akan “dipoles” lagi oleh Hanung. Nanti dia berkolaborasi dengan Lea untuk menentukan foto mana  yang akan muncul pada undangan. Gila juga. Dari sekian puluh foto, yang akan diambil cuma 1 foto aja! Hahaha… Ya selebihnya untuk dibuat album foto prewed aja, sih. ;P

Hasil fotonya masih belum bisa ditampilkan di blog ini. Selain masih harus “dipoles”,rencananya mau saya publish berbarengan dengan undangannya aja nanti. Jadi mau nunggu desain undangannya bener-bener jadi dan siap dicetak dulu. :D Untuk sementara sneak peek-nya dulu aja, yaa… Hihihi…

Buat Hanung, Lea, dan Ridu, makasih banyak yaaa… :-*

12 thoughts on “Tentang PreWed

  1. Dulu waktu prewed, pengen gini gitu, eh akhirnya cuma rencana, walaupun akhirnya jadi sih, cuma ya gak sesuai rencana, mau foto postwed plus anak, nunggu anak setahun dulu aja deh, biar ekspresinya lebih dapet :p #lohkokcurhat

  2. Aku dulu punya rencana ini itu buat prewed. Nggak tahunya pas udah mau nikah, foto prewednya malah nggak pengen yang ribet, karena calon suami cutinya terbatas, dan alhasil pakai paketran dari wedding organizer. Wis, gapapa wis, yang penting ‘merasakan’ foto prewedding aja ;))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *