Menikmati Kehamilan

Untuk calon ibu baru seperti saya, jujur aja yah. Ada kalanya saya tidak nyaman dengan kondisi badan di masa hamil. Apalagi di trimester awal. Beuh… Saya sampai punya 2 draft postingan curhat tentang kehamilan yang kalo dibaca lagi, isinya terlalu emosional. Makanya nggak jadi saya publish. Hahaha… Don’t get me wrong. I’m happy being a pregnant woman. Tapi nggak bisa bohong. Selalu ada titik dimana saya merasa sangat capek menghadapi badan saya sendiri. Yang gampang capeklah, yang mual sepanjang hari sampai susah makanlah, yang susah tidurlah, mood terlalu cepat berubahlah… Susah payah saya menahan diri untuk nggak ngeluh tapi akhirnya saya nyerah dan nangis sendirian.

Namun pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, saya belajar. Belajar menemukan pola yang benar untuk menghadapi semua itu. I really want to be a happy mommy to be. So, saya banyak browsing dan baca-baca artikel seputar kehamilan. Meskipun yah sesungguhnya ini sudah saya lakukan sejak awal kehamilan. Tapi prakteknya baru berasa berhasil sekarang. Hahaha… Ini beberapa tips dari saya:

  1. Terbuka. Terbuka sama suami, dokter, saudara atau teman yang sudah pernah hamil tentang masalah yang sedang dialami. Jadi ibu itu nggak ada sekolahnya. Hanya belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain. Jadi makin banyak konsultasi dan terbuka sama orang lain, akan semakin bagus. Jangan dipendem sendiri. Semua yang pernah hamil khususnya, akan paham kok apa yang kita rasakan. Jadi terbukalah.
  2. Banyak baca. Ada buanyak sekali artikel dan forum diskusi seputar kehamilan di internet. Jangan males. Harus banyak nyari tau. Sebelum nyesel, kan? Waktu saya pilek nggak sembuh-sembuh dan nggak bisa minum sembarang obat, saya banyak nyari resep obat alami yang aman untuk ibu hamil di internet. Membantu sekali, loh. Meskipun semua informasi di internet harus disaring lagi, ya. Tetep harus tanya ke dokter dulu sebelum dikonsumsi.
  3. Mendengarkan musik. Khususnya musik yang bisa menenangkan hati dan pikiran. Ini ternyata ampuh banget untuk mengatasi mood saya yang gampang berubah. Oh ya, memasuki tri semester kedua ini saya juga makin rajin loh dengerin musik ke bayi yang ada di dalam perut. Suami saya sampai bela-belain download lagu-lagu di album Mozart for Babies yang katanya bisa menambah kecerdasan bayi. Dan rasakan sendiri reaksi si bayi di perut saat didengarkan musik. Hihihi… Jadi mood booster tersendiri, loh. ;P
  4. Olahraga. Udah pada tau kan kalo olahraga itu dapat melepaskan zat endorphin yang mana dapat menurunkan stress dan memberikan rasa rileks dan nyaman? Di trimester kedua ini kebetulan saya mulai dianjurkan untuk berolahraga. Maka seperti kebanyakan ibu hamil, saya memilih berenang karena lebih aman untuk ibu hamil. Makin rutin maka semakin sering pula zat endorphin saya keluar. Jadi mood nya juga ikut bagus terus, deh. ^^ Oh, plus jalan kaki setidaknya 3o menit sehari. Makanya kalo makan siang di kantor sekarang saya memilih untuk beli makan yang agak jauhan supaya bisa sekalian olahraga. Hehehe…
  5. Perawatan badan. Sempet sih ada yang bilang, hamil bakal bikin kita makin susah ngerawat badan. Hmmm… Buat saya sih nggak juga, ya. Meskipun sebenarnya perawatan badan yang saya lakukan sehari-hari juga tergolong sederhana seperti mencuci muka, mengolesi body lotion, dan minyak anti strechmark. Ini seperti terapi tersendiri buat saya.
  6. Rajin ngajak ngobrol bayi di dalam kandungan. Di usia ke-6 bulan ini, pergerakan bayi dalam perut sudah terasa sekali. Tiap dia terasa bergerak, perut selalu saya elus-elus dan saya ajak ngobrol bayinya. Nggak cuma saya. Suami pun melakukan hal yang sama. Sebelum pisah ke kantor masing-masing, suami saya selalu mengelus, mencium, dan “pamit” ke bayi di dalam kandungan. ^^ Lucunya, dia selalu merespon, loh! ;D
  7. Sadar sama alarm badan sendiri. Jangan sok kuat. Kalau sudah capek, berhenti dulu. Istirahat. Jangan apa-apa serba diporsir. Saya adalah calon ibu bekerja yang biasa berangkat gelap, pulang gelap (alias berangkat subuh, pulang larut malam). Sejujurnya capek banget. Jadi saya sadar betul pentingnya memahami limit badan sendiri dan nggak mau memaksakan kemampuan saya. Kalo saya benar-benar lelah, saya akan minta tolong ke suami atau siapa saja yang bisa membantu.

Hmmm… Rasanya itu aja sih tips dari saya. Semoga membukakan pikiran para ibu hamil yang sedang dikebingungan di luar sana. ^^ Saya tidak merasa expert. Ini pun saya masih belajar. Saya hanya berbagi apa yang saya tau. Jika kalian memiliki tips yang lain, silahkan loh ditambahkan di kolom komentar. ;D

4 thoughts on “Menikmati Kehamilan

  1. Hmm, kata istri saya, trimester pertama seperti mabuk kapal selama berbulan-bulan. dan saya diomelin terus, dianggap nakhoda yang tidak becus mengemudi kapal wkwkwkwk……

    • Bwahahahaha… Sabar, ya. Kalo kata suamiku, ngadepin orang hamil memang butuh kesabaran ekstra. XD *pukpuk para calon ayah*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *