Our 1st Year

15 Agustus 2014

Menjelang tengah malam… Saya sulit tidur. Bawaannya gelisah aja. Sedang menghadapi kenyataan bahwa besoknya saya akan menikah. Resmi jadi istri orang. Hal yang sebenarnya memang saya inginkan. Tapi nggak nyangka juga cukup bikin deg-degan di tengah prosesnya. Haha.. Berbagai macam pikiran bertengger di otak saya. Tapi toh ya sudah yakin. Ini memang pilihan saya. Diajalani saja. Saya harus siap. Ya, saya sudah siap.

15 Agustus 2015

Menjelang tengah malam… Saya dan suami duduk di atas kasur. Perut saya sedang kontraksi cukup kuat. Si kakak kayaknya lagi latihan buat keluar. Suami membawa piring berisi kue tart yang dia beli di hari ulang tahun saya kemarin, lalu menyuapkannya ke saya supaya saya lebih rileks. Saya berusaha tidak terganggu dengan kontraksi sambil sibuk ngobrol sama si mas dan makan kue tart. Kita nostalgia bareng… Tertawa bareng… Nggak nyangka juga setahun sudah berlalu. Tengah malam yang sama-sama menegangkan dengan tahun lalu buat kami, dengan alasan yang berbeda.

16 Agustus 2015

Happy 1st anniversary, suamiku… :)

Orang bilang, tahun pertama adalah tahun paling berat dalam pernikahan karena merupakan awal adaptasi berkeluarga. Ada juga yang bilang, tahun pertama justru adalah tahun yang paling manis karena masih mesra-mesranya. Buat kita, tahun pertama adalah keduanya. Samalah seperti pasangan lain pada umumnya, tahun pertama adalah masa percobaan yang penuh tantangan. Sekaligus masa yang manis karena sama-sama berusaha menyelaraskan langkah. Finally we passed our 1st year. Semoga di tahun-tahun berikutnya langkah kita masih selaras dan semakin bahagia. ^^

Btw, saya nggak pernah mengganti wallpaper di hp saya ini sejak setahun yang lalu. Tapi mungkin sebentar lagi akan terganti, dengan foto bertiga bareng kakak. ^^ InsyaAllah.

2 thoughts on “Our 1st Year

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *