#Cahaya

12 Agustus 1986… Saya lahir ke dunia.

16 Agustus 2014… Saya menikah.

19 Agustus 2015… Anak saya pun lahir ke dunia.

Bulan Agustus menjadi bulan yang semakin istimewa saja buat saya. Tanggal-tanggal penting yang berkaitan dengan hidup saya, ada di bulan ini.

Alhamdulillah…

Cahaya. Lahir pada tanggal 19 Agustus 2015 tepat jam 10.10 pagi. Percaya atau tidak, saya pun dulu juga lahir di jam 10.10 pagi. Yang sangat patut saya syukuri, kelahiran Cahaya benar-benar berada di momen yang tepat. Tepat 1 hari setelah saya cuti sehingga nanti saya bisa lebih lama bersamanya sebelum dia saya tinggal kembali bekerja ke kantor. Tepat pula 1 hari setelah Opa dan Oma nya datang dari Riau ke Jakarta sehingga mereka tidak perlu menunggu lama menemani saya menjelang persalinan.

Cahaya. Saya langsung menangis ketika diizinkan mencium pipinya sesaat setelah dia lahir. Rasanya sulit diungkapkan. Akhirnya saya bertemu juga dengan makhluk kecil yang berada di dalam perut saya selama 9 bulan-an ini. Lucu juga, sekarang sudah tidak ada lagi kaki mungil yang menendang saya dari dalam perut. ^^ Kaki mungil itu justru sekarang yang saya timang-timang dan saya belai ketika menyusuinya. :’] Oh. Beginilah rasanya menjadi ibu.

Cahaya. Tidak ada harapan yang terlalu besar bagi kami orang tuanya kepada gadis mungil ini. Seperti yang pernah dikatakan ayahnya:

Jatuh cinta berkali-kali pada si gadis kecil ini. Namanya Cahaya. Harapan kami sebagai orang tuanya sederhana. Tidak muluk-muluk. Semoga dia menjadi penerang bagi orang di sekitarnya. Migunani tumraping liyan.

Nama lengkapnya? Biarkan dia yang nanti memperkenalkan dirinya sendiri pada dunia. ^^ Cukuplah memanggilnya #Cahaya atau Aya.

Teranglah terang, Cahaya… Karena engkau matahariku.

7 thoughts on “#Cahaya

  1. “We can easily forgive a child who is afraid of the dark; the real tragedy of life is when men are afraid of the light.”
    ? Plato

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *