6 Bulan Terlewati! Yaaayy…

Akhirnya anak saya menginjak usia 6 bulan juga. Alhamdulillaaahh… Selesai sudah ASI eksklusifnya. Saya nggak nyangka saya dan anak saya bisa melewati semua ini, mengingat proses perjalanan menyusui yang saya rasakan tidak mudah seperti yang pernah saya ceritakan di sini. Sempat pesimis dan ingin menyerah berkali-kali. Namun berkat dukungan banyak orang, akhirnya semua terlewati juga.

Oleh sebab itu saya membuat postingan ini. Saya sudah lama berniat untuk membuat postingan ini, postingan untuk menyatakan terimakasih kepada orang-orang yang selama ini telah berkontribusi dalam pemberian ASI eksklusif untuk anak saya. Ya. Rasanya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan ini tidak akan berhasil tanpa bantuan dan dukungan banyak orang.

Makasih banget buat:

1. Orang tua dan mertua saya. Yang meskipun awalnya sempat nggak yakin saya bisa memberikan ASI eksklusif untuk anak saya (mengingat saat itu ASI saya masih sedikit banget), namun akhirnya mau belajar bareng tentang ASI dan mendukung saya 100%. Terimakasih untuk tidak memaksakan apapun kepada saya. Terimakasih juga sudah bergantian membantu saya menjaga bayi di minggu-minggu awal pasca melahirkan. Terimakasih banyak ya pa, ma. ^^

2. Tim medis tempat saya melahirkan. Kepada para dokter, tim bidan, dan perawat yang sudah memberikan banyak sekali pengetahuan kepada saya tentang ASI dan cara menyusui yang benar. Terimakasih atas edukasi, kesabaran dan bantuannya saat saya sempat stress karena puting lecet dan dada membengkak. Terimakasih untuk tidak memberikan susu formula kepada bayi saya. Hahaha… Terimakasih bantuannya hingga akhirnya saya dapat pulang ke rumah dengan ilmu yang cukup tentang per-bayi-an. ;p Dan sangaaaatt terimakasih atas dukungan dari konselor laktasi yang paham saat saya sedang terkena baby blues.

3. Saudara kembar saya, Nieke. Yang sudah lebih dulu merasakan hamil, melahirkan, dan menyusui. Yang sudah memberikan support dan pengetahuan kepada saya tentang menyusui sejak saya masih hamil. Yang pengalamannya mampu memberikan saya pelajaran berharga agar saya tidak gagal. Terimakasih sudah mendukung saya di masa-masa kritis, masa baby blues. Terimakasih sudah menjadi tempat bercerita dan menangis. Love you so much, sis. ^^

4. Mbak Dinda Jouhana, yang sudah menawarkan diri untuk menjadi tempat bercerita. Terimakasih sudah membantu menguatkan saya. Terimakasih untuk membuat saya tidak takut menjadi ibu yang gagal. Terimakasih untuk membantu membuat saya mau memaafkan diri sendiri. :’) Terimakasih untuk saran dan nasehat yang ngena banget buat saya. Terimakasih banyak ya, mbaaakk… ^^

5. Bunga Manggiasih, sesama ibu baru yang menjadi tempat sharing dan sering saya curhatin. Terimakasih telah membantu menjaga rasa optimis di diri saya. Ah senangnya memiliki teman bercerita yang juga sedang mengalami hal yang sama dengan yg sedang saya rasakan. Sangat membantu! Peluk cium untuk Rafa yaa.. ^^

6. Mbak Memeth, yang sudah dengan suka rela mengirimkan botol-botol ASIP yang banyak itu untuk saya. Kepake banget loh, mbak. ;D Terimakasih juga sudah men-share artikel-artikel yang perlu saya baca sehingga saat sedang mengalaminya, saya jadi nggak begitu kaget lagi. Hahaha… peluk dan cium untuk Anya. *kiss kiss*

7. Mbak Widi dan Mas Didit, yang sudah menyewakan freezer ASI nya dengan harga teman untuk saya. ;D Terimakasih sudah memaklumi pikunnya saya saat telat membayar perpanjangan sewa freezer. Hahaha… Terimakasih sudah bersedia saya tanya-tanya soal ASI dan per-ASIP-an. Ah, love this couple so much laah.. *mwah*

8. Mbak Danar, saudara sepupu suami saya yang berprofesi sebagai dokter sekaligus konselor laktasi pribadi saya. Hahaha… Terimakasih sudah jauh-jauh datang ke rumah untuk memberikan edukasi ke saya tentang ASI. Detail banget ilmunya. ^^ Terimakasih sudah bersedia saya telpon dan menelpon saya saat saya perlu konsultasi.

9. Mbahnya anak saya, bulek suami saya. Yang sudah mau dengan sabar belajar tentang ASI dan bagaimana cara memberikan ASIP yang benar kepada bayi. Yang telah menjaga anak saya ketika perlu saya tinggal. Terimakasih banyak telah membantu menjaga anak saya selama di rumah. Dan terimakasih sudah memasak makanan yang enak dan bergizi untuk saya. ^^

10. Teman-teman setim di kantor yang sudah memberikan saya kesempatan untuk memompa ASI tiap 3 jam sekali. Hahaha… Terimakasih sudah memaklumi posisi saya sebagai ibu baru. ^^ Terimakasih sudah menggantikan saya saat sedang diperlukan. Terimakasih sudah sering mengajak saya tertawa sehingga saya selalu happy dan ASI nya deres. Oh dan terimakasih juga sudah sering mentraktir saya makan enak. Ahahahaha… Thanks a lot, guys! ;D

11. Klien saya. Yang sudah memperbolehkan saya menitip ASIP di kulkas kantor. ;p Yang sudah menyediakan saya tempat khusus untuk memompa ASI. Dan memaklumi ketidakberadaan saya di ruangan karena perlu memompa. Ih beruntung saya punya klien yang pengertiannya luar biasa banget sama ibu menyusui. ^^

12. Dan yang paliiiing banyak jasanya… suami saya. Orang pertama yang menyadarkan saya tentang pentingnya ASI. Yang telah sangat sabar menghadapi naik turunnya emosi saya pasca melahirkan. Yang telah membantu saya mencari solusi ketika saya mulai patah semangat. Yang menjadi cadangan tenaga ketika saya mulai kelelahan menghadapi segalanya. Terimakasih sudah sama-sama menjalani masa-masa kritis itu dan tidak pernah meninggalkan saya sendirian. Terimakasih sudah berusaha membahagiakan saya dengan makanan dan cemilan yang enak sehingga ASI nya keluar deres. ^^ I won’t forget it. Yes, I won’t. It’s all because of you… :’D Love you very much. *mwah mwah*

Banyak yaaa… hahaha… Maaf kalo capek bacanya. Ini juga rasanya belum semua. Rasanya masih ada beberapa orang lagi yang perlu saya “makasih-makasih”-in. Bener deh. Tanpa bantuan orang sebanyak ini, ASI eksklusif anak saya pasti sudah gagal dari awal. Kalau sekarang saya melihat stok ASIP untuk anak saya, rasanya terharu. Dulu nggak pernah nyangka bisa ngumpulin ASIP sebanyak itu. Boro-boro deh. Saya sempat mengira pompa ASI saya rusak karena ketika digunakan cuma berhasil mengeluarkan ASI setetes-dua tetes. Hiks…

Dan dengan genapnya usia 6 bulan anak saya, maka dia akan mulai masuk ke tahapan pemberian MPASI (Makanan Penunjang ASI). Yaaayy… Masa yang sudah lama saya tunggu-tunggu karena resepnya sudah banyak saya simpan. Hahaha… Untungnya selama ini anak saya diberikan ASIP dengan menggunakan sendok dan cup feeder karena saya menghindari penggunaan botol dan dot, seperti yang dianjurkan oleh konselor laktasi. Jadi anak saya sudah terbiasa disuapi. Semoga masa transisinya nggak sulit, deh. I’m so excited! ^^

2 thoughts on “6 Bulan Terlewati! Yaaayy…

  1. Sama2, La :) Selamat ya ASIXnya akhirnya berhasil, meskipun melewati perjuangan yang luar biasa ;) Kapan2 gantian ya sharing ke Nieke untuk tips & tricks suksesnya juga ^.^
    Btw, titip ketjoeps buat Aya. Semangat ya Aya MPASI nyaa..! *\(^^)/*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *