It’s August!

[12 Agustus 1986]

30 tahun sudah…
Usia jiwa dan raga ini. Di usia ini harusnya otak dan hati sudah matang. Sudah tidak bisa dibiang muda jika harus mati muda, tidak bisa pula dibilang tua untuk dianggap punya banyak pengalaman dalam hidup. Mau dianggap tua atau muda, yang jelas aku sangat mensyukuri semua yang aku punya di usia 30 tahun ini. Dulu sama sekali tidak pernah tebayang bahwa di usia 30 tahun aku akan berada di titik ini. Punya keluarga kecil yang selalu menjadi “rumah”ku, punya pekerjaan tetap untuk mengumpulkan pundi-pundi rejeki demi masa depan yang lebih baik, punya segala aset yang alhamdulillah sangat cukup, sesuai kebutuhan kini dan nanti. Punya teman-teman, kerabat, dan keluarga yang mungkin jumlahnya tak seberapa tapi hampir selalu bisa diandalkan. Bersyukur. Meski bukan hidup yang sangat sempurna, tapi rasanya jauh lebih banyak dari yang pernah aku minta pada Tuhan. Terimakasih, Tuhan. :)

[16 Agustus 2014]

2 tahun sudah…
Memberanikan diri masuk dalam bahtera rumah tangga dan memiliki status sebagai “istri orang”. Maafkan ya pak suami, aku belum bisa menjadi istri yang pandai bersolek. Belum bisa menjadi istri yang handal dalam memasak apa saja dan enak. Belum bisa menjadi istri yang mampu menjadikanmu sebagai pria hebat dan dikagumi banyak orang. Aku masih jauh dari kategori istri yang sempurna. Tapi jangan pernah kamu ragukan besarnya rasa sayangku. Padamu, pada anak kita. Kalian adalah segalanya bagiku. Ok, maaf. Aku tidak pandai menggombal. Jujur saja. Mana ada rasa sayang yang tidak pernah tenggelam? Tentulah pernah. Namun sekalipun tenggelam, aku akan melakukan apa saja untuk menyelamatkannya. Karena menikah adalah persoalan komitmen. Buktinya cincin di jari itu masih setiap hari aku pakai. Sesekali aku lepas hanya ketika terasa sempit saat aku mulai kegemukan. Namun jika sudah mengurus kembali, cincin itu tak sehari pun terlihat hilang dari jariku. Ketika situasinya menggenting, selalu lama aku perhatikan cincin itu. Ia seperti sebuah charger pada baterai handphone. Ah ya ampun… aku mulai menggombal lagi.

[19 Agustus 2015]

Setahun sudah…
Warna pada hidupku bertambah karena menjadi seorang ibu dari putri kecil yang lucu. Terlalu banyak hal baru. Terlalu banyak perubahan. Aku tau, ketika ia lahir segala sesuatunya sudah tidak akan pernah sama lagi. Ada kekhawatiran yang melimpah datang menggerogoti hati dan pikiran bersamaan dengan datangnya rasa bahagia yang tidak kalah besarnya. Kedua perasaan itu aku sandingkan agar tidak tumpang tindih dan membuatku bingung harus merasakan yang mana saat berhadapan dengan putri kecilku. Hingga saat ini tugasku adalah membimbingnya karena ia masih sangat bergantung kepadaku. Ketika menemaninya melewati hidup, aku seperti berkaca pada diriku sendiri di masa lampau. Ya Tuhan. Betapa banyak dosaku pada ibuku sendiri. Beginilah rasanya menjadi seorang ibu, rupanya. Rasakan! Kini aku tau susahnya. Kini aku tau bahwa perasaan ibuku tidak pernah berlebihan. Rasa khawatirnya, rasa sedihnya, rasa bahagianya untukku. Memang sebesar itu. Memang seperti itulah perasaan seorang ibu untuk anak yang disayanginya.

Terimakasih Tuhan, karena sudah membuat 1 bulan dari 12 bulan dalam setahun menjadi jauh lebih berarti dalam hidupku. Terimakasih karena tidak hanya memberiku ujian, tetapi juga pelajaran hidup yang berharga serta hadiah-hadiah tak terduga ketika aku berhasil melewatinya dengan baik. Aku lebih mencintai hidupku sekarang. Mencintai semua yang aku punya. Semoga aku tidak pernah lupa bersyukur.

6 thoughts on “It’s August!

  1. Hampir lupa yg namanya blogwalking sampai akhirnya pagi ini terdampar ke sini dari tautan di facebook.

    Betul Nil, syukur itu wajib. Karena terkadang hidup yg kita rasakan kurang, justru merupakan kehidupan yg diinginkan orang lain.

    *duh, ini ngomong apaan sih gw. Salam buat Cahaya.

    • Wah, akhirnya mampir ke blog ini lg ya, Wahyu. Hehehe… Iya bener banget. Makanya bersyukur itu wajib. Nanti disampaikan salamnya. ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *