Belajar Menulis Resep

Belakangan saya semakin rajin masak untuk si kecil di rumah. Setiap hari sebelum berangkat ke kantor, aktivitas saya ya masak dulu untuk anak. Mulai dari mikirin sarapannya, makan siangnya, ngemil sorenya dan makan malamnya. Ini sebenarnya pekerjaan yang cukup menyita pikiran karena anak saya gampang bosen dan sedang dalam masa suka ngelepehin makan. Jadi kudu tricky dalam merancang menu plus kreatif.

Akhirnya setelah bereksperimen sendiri dengan bahan-bahan yang tersedia di dapur, jadilah saya berhasil membuat beberapa menu yang ternyata terbukti disukai anak saya. Untuk mengabadikannya (secara saya suka males ngafal resep), saya mulai mencoba menulis resep di Cookpad. Jujur aja. Saya banyak belajar memasak menu baru dari aplikasi ini. Aplikasi ini menurut saya sangat membantu siapa saja (nggak cuma perempuan, tapi kayaknya juga laki-laki ya) yang ingin bereksperimen di dapur. Gara-gara aplikasi ini saya jadi mikir bahwa sesungguhnya siapa saja bisa memasak. Tinggal menyediakan bahan dan mengikuti instruksi yang ada.

Resep yang saya tulis di Cookpad sejauh ini belum banyak. Setelah beberapa kali hanya  berani mempost hasil recook dari resep yang sudah saya coba, akhirnya saya beranikan diri untuk menulis sendiri menu-menu masakan untuk si kecil. Iya, sejauh ini yang saya publish hanya terbatas resep MPASI aja. Itu pun hanya untuk anak di atas umur 1 tahun karena di umur segini, anak mulai bisa memakan berbagai macam masakan dengan berbagai bumbu. Jadi rasanya lebih “seru” aja eksperimennya ketimbang MPASI di bawah setahun dulu yang mana saat itu saya cuma cemplang-cemplungin bahan ke slow cooker aja. Hehe…

Hanya sekedar ingin merangkum, saya akan bahas beberapa resep MPASI 1y+ yang pernah saya tulis resepnya di Cookpad.

Tamagoyaki Dori Tofu

Masa-masa awal mengajari dan memperkenalkan Aya makan nasi adalah pengalaman yang sangat tidak terlupakan. Gimana bakal terlupakan kalo butuh usaha yang cukup besar serta kesabaran yang maha luas? Ahahahaha… Anaknya kayak nggak suka gitu makan nasi. Mulutnya bakal ditutup rapeeeeett banget sampe capek ngebujuknya untuk mau buka mulut. Akhirnya begitu dicoba dengan lauk ini, eeeh… anaknya mau buka mulut, bahkan makannya banyak! Mungkin karena tamagoyaki lebih lembut ketimbang didadar biasa ya. Jadi seneng, deh. Ini termasuk menu andalan yang diputer tiap beberapa hari untuk si kecil.

Macaroni Carbonara Salmon Keju

Ini adalah resep andalan kalau Aya lagi kumat susah makannya. Biasanya dia nggak akan menolak kalau disodori menu ini. Dia akan tetap buka mulut untuk disuapi bahkan ketika perutnya sudah dalam keadaan kenyang. Wew… Bikinnya juga gampang banget dan nggak butuh waktu yang lama.

Puding Regal Susu

Suatu kali Aya pernah sakit sariawan yang membuatnya kesulitan memakan makanan hangat. Jadi saya terpaksa puter otak untuk bikin makanan dingin, tapi tetap padat kalori karena di saat anak sakit, mereka tetap butuh cadangan energi. Tapi akhirnya setelah nggak sakit pun menu ini masih sering saya buat untuk variasi kudapan sore Aya. Bahkan sesekali bahannya saya ganti, misal puding coklat saya ganti menjadi puding strawberi dan biskuit regalnya saya ganti dengan roti tawar tanpa kulit yang disuwir-suwir terlebih dahulu. Alhamdulillah, Aya nggak pernah menolak kalau disuapi puding ini. ^^

 Perkedel Brokoli

Resepnya baru aja saya publish di Cookpad. Menu ini jadi andalan kalau butuh lauk yang bisa tahan lama jika dibawa sepanjang hari di jalan. Perkedel ini tetap enak dimakan meskipun disajikan dalam keadaan tidak hangat. Tapi jangan dibiarkan sampai malam banget ya karena setelah saya coba, rasanya jadi agak aneh. Hahaha.. Yah setidaknya masih enak untuk dijadikan lauk sore si kecil. Bisa dimakan dengan nasi maupun langsung dimakan begitu aja. Aya sih lebih seneng makan begitu aja tanpa nasi. Hufft…

 Roti Gulung Telur Orak Arik

Kadang suka bingung mempersiapkan cemilan untuk Aya. Pengennya bikin cemilan yang juga ada “isi”-nya. Nggak cuma jadi “jigong” doank. Hahaha… Jadilah saya coba membuat roti gulung ini. Cara bikinnya gampang banget dan rasanya ternyata enak! Saya aja suka, kok. ;P

Macaroni Schotel Salmon Kukus

Saya baru 1 kali membuat resep ini dan saat itu karena Aya sedang tumbuh 4 gigi sekaligus, Aya nggak gitu nafsu makannya. Meskipun akhirnya tetap dimakan juga, sih. Tapi kalau saya cobain sendiri sih enak dan sudah ada yang me-recook resep ini dan katanya anaknya juga suka. Cara membuatnya hampir sama dengan macaroni carbonara yang di atas itu. Hanya penyelesaiannya aja yang berbeda.

Tumis Ayam Tempe Orak-arik

Ini salah 1 lauk yang bikin Aya bisa makan nasi dengan lahap. Untuk variasi, kadang saya ganti daging ayam menjadi daging sapi yang diiris kecil dan tipis. Malah rasanya jadi semakin enak karena aroma daging yang dihasilkannya. ;D Oya, jangan lupa stok kaldu blok kalau mau membuat menu ini supaya rasanya jadi lebih nikmat dan wangi. ^^ Cara membuat kaldu blok homemade? Googling sajalah. ;P *dasar males ngejelasin* ihihihi…

Untuk resepnya bisa diklik pada masing-masing judul. Menu-menu di atas ini cuma yang jadi andalan aja, ya. Karena sesungguhnya ada beberapa resep lain yang juga pernah saya coba tapi belum atau tidak saya publikasikan. Dan sejauh ini saya merasa menulis resep itu susah-susah gampang karena kudu hafal takaran masing-masing bahannya. Kalau mau “cari aman” sih, biasanya saya hanya menggunakan takaran “secukupnya” atau “sesuai selera” aja. Hahahaha… Semoga resep-resep saya ini bisa menginspirasi ibu-ibu di luar sana, yaaa… ;D

3 thoughts on “Belajar Menulis Resep

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *