Berbagi Pengalaman Menggunakan GrabHitch (Bike)

Disclaimer: Ini bukan postingan berbayar atau postingan titipan, ya. Postingan ini dibuat hanya sekedar untuk berbagi informasi. Karenya ternyata di lingkungan saya, belum banyak teman yang pernah menggunakan layanan GrabHitch dari Grab ini sehingga saya cukup sering ditanya-tanya lantaran saya cukup sering menggunakannya. Jadi postingan ini juga dibuat untuk mempermudah saya dalam memberi penjelasan jika ada yang bertanya, seperti apa sih GrabHitch itu? Agar lebih mudah dalam menjelaskan, postingan ini saya buat seperi Q&A, sesuai pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan ke saya seputar GrabHitch.

GrabHitch itu apa?

GrabHitch adalah layanan (lumayan) baru dari Grab yang memungkinkan kita untuk memberikan tebengan atau menebeng kendaraan (mobil atau motor) orang lain yang searah atau sejalan dengan tempat tujuan kita. Sejauh ini yang pernah saya coba hanya GrabHitch bike atau motor. Kalau mau tau lebih banyak, silahkan kunjungi website-nya aja. Semua informasi di sana sangat jelas, kok. Dan sejauh ini saya hanya pernah menjadi penumpang yang mencari tebengan. Belum pernah menjadi pemberi tebengan.

Kenapa pakai GrabHitch?

Awalnya sih nyoba pakai GrabHitch karena tarifnya jauh lebih murah. Pertama kali diluncurkan, tarifnya hanya 5.000 rupiah ke mana saja! Murah banget, kan? Pas iseng nyoba, eh… nggak sulit juga ternyata dapat driver-nya. Bahkan jadi kenalan gitu meskipun selama perjalanan juga nggak ngobrol banyak (mungkin karena ingin menjaga privasi masing-masing. hihihi…) Sempet agak khawatir sih pas pertama nyoba karena takut kurang aman aja. Secara driver-nya nggak terdaftar seperti driver GrabBike biasa, yang harus datang ke kantor Grab khusus untuk mendaftar jadi driver. Tapi ternyata sejauh ini aman-aman aja, kok. Malah seru karena bisa menambah kenalan yang ternyata wilayah kantor – rumahnya berdekatan dengan saya. Jadi bisa nambah relasi juga.

Terus semakin ke sini semakin sadar keuntungan pakai GrabHitch. Yaitu: bisa mengurangi jumlah kendaraan bermotor di jalanan karena kita bisa berbagi kendaraan dengan orang lain. Sebenarnya saya bisa-bisa aja sih naik kereta ke kantor, tapi membutuhkan waktu yang jauh lebih lama (karena rutenya muter-muter) ketimbang dengan berkendara motor.

Lalu untuk driver GrabHitch sendiri juga lumayan banget itu keuntungannya. Pemasukannya bisa buat biaya bensin dan parkir, kan? Hehe…

Gimana cara mencari tebengan via GrabHitch?

Buka aplikasi Grab, lalu kita harus melakukan pendaftaran sebagai penebeng terlebih dahulu dengan memasukkan foto atau bisa langsung di-link ke akun Facebook. Iya, ini juga bedanya dengan menggunakan layanan GrabBike. Di GrabHitch, identitas kita harus cukup jelas. Karena pemberi tebengan juga harus yakin bahwa mereka menebengi orang yang dirasa cukup aman dan tidak membahayakan. Tenang, nggak sampai disuruh masukin nomor KTP segala, kok. Hehehe… Cuma sekedar foto dan akun Facebook aja.

Setelah itu pilih menggunakan layanan GrabHitch (bike), masukkan rute, masukkan tanggal dan waktu perjalanan (katanya sih bisa masukkan tanggal dari 7 hari hingga 30 menit sebelum keberangkatan), masukkan kode promo (kalau ada), lalu book, deh! Tinggal tunggu ada driver atau pemberi tebengan yang mengambil order-an perjalanan kamu. Jika ada driver yang mengambil, maka Grab akan memberikan konfirmasi via SMS. Oiya, lamanya waktu yang diperlukan driver untuk mengambil order-an mu sih nggak tentu, ya. Bisa beberapa jam, bisa juga hanya dalam hitungan menit sebelum berangkat. Atau bahkan bisa aja nggak ada yang ambil sama sekali. Order-an saya juga pernah kok beberapa kali nggak ada yang ngambil. ;P

Nah, jika order-an mu sudah diambil oleh driver, maka sebaiknya kamu kontak-kontakan deh tuh sama driver-nya untuk memperjelas posisi dan waktu penjembutan serta informasi mengenai outfit yang sedang kamu pakai agar driver-nya bisa dengan mudah mengenalimu di lokasi penjemputan. Yah kayak naik GrabBike biasalah. ;P Setelah itu, tinggal tunggu dijemput aja sesuai waktu dan lokasi yang sudah disepakati bersama.

Kamu sangat mungkin mengubah waktu keberangkatan atau lokasi pertemuan dengan driver saat penjemputan. Asal dengan kesepakatan bersama, ya.

Gimana rasanya selama pakai GrabHitch?

Rasanya cukup berbeda ya dengan ditebengin mas-mas GrabBike. Karena driver GrabHitch ini, sejauh yang pernah menebengi saya adalah masih orang-orang kantoran juga. Jadi rasanya nggak kayak nebeng ojek. Lebih kayak ditebengin teman sendiri. Lah terus apa bedanya?

Satu, mas-mas kantoran biasanya lebih wangi! Ahahahaha… Maaf kalau saya terlalu jujur, tapi begitulah faktanya di lapangan. Kedua, mereka lebih gaya ketimbang abang ojek (pastinya! hihihi…). Motornya pun biasanya lebih terawat dan berkelas. (Ehe.) Ketiga, kadang-kadang saya menemukan driver GrabHitch yang terlalu berhati-hati dalam berkendara. Buat yang buru-buru, mungkin akan lebih nyaman berkendara dengan abang ojek karena mereka sudah lihay dalam hal salip menyalip ketimbang mas-mas driver GrabHitch ini. Hehe…

Pernah ada pengalaman yang kurang menyenangkan selama pakai GrabHitch?

Pernah. Yang pertama, sempat dapat driver yang menjemput beberapa menit lebih lama dari waktu yang telah disepakati. Awalnya malah dia sempat minta dimajuin waktunya. Giliran udah Ok, eeh… malah dia jemput telat lumayan lama. Tapi setelah dia datang dan ngobrol-ngobrol akhirnya saya maklumi aja, sih. Untung nggak sering dapat driver yang seperti ini.

Yang ke-dua, pernah dapat driver yang cancel mendadak, hanya beberapa menit dari waktu keberangkatan. Sebel, kan? Meskipun alasannya cukup masuk akal, sih. Tapi jadi semakin sedikit waktu yang bisa saya gunakan untuk mencari driver pengganti sebelum waktu keberangkatan yang saya tentukan. Malah akhirnya jadi nggak dapat tuh driver penggantinya lantaran mungkin driver lain yang sejalan udah di-booked semua sama penebeng lain. Huhuhu…

Yang ketiga, dan ini yang paaaaaling sering terjadi, saya lumayan sering dapat driver yang nggak jelas. Ya nggak jelas fotonya, nggak jelas kendaraannya (foto kendaraan beserta platnya), dan makin nggak jelas lagi karena ternyata nomor yang dicantumkan sama sekali nggak bisa dihubungi. Ih, sia-sia banget deh kalau dapat driver yang seperti ini. Langsung aja saya cancel dan segera mencari driver pengganti. Dari pada nggak dijemput-jemput nantinya lantaran nggak bisa berkomunikasi dengan driver. Mengenai hal ini sudah pernah saya adukan ke pihak support Grab. Katanya mereka memang masih membenahi sistem pendaftaran driver GrabHitch-nya (karena sampai saat ini aplikasinya pun masih beta). Semoga ke depannya ada kemajuan, deh.

Ada kejadian lucu apa selama pakai GrabHitch?

Pernah saya pesan GrabHitch bike, tapi pas ditelepon, driver-nya bilang lagi bawa mobil dan tetap mengajak bareng. Jelas saya tolak, sekalipun saat itu sedang hujan. Hehehe… Karena saya memang sengaja mencari yang membawa motor untuk menghemat waktu perjalanan.

Selain itu juga pernah loh nggak sengaja dapat driver yang ternyata masih teman 1 kantor! Hahaha… Tapi karena berbeda divisi dan gedung, saya nggak kenal sama driver-nya. Padahal waktu saya tau dia bekerja di kantor yang sama, dia udah sempat 2 kali ngantar jemput saya via GrabHitch, loh. Hahaha… Habis memang jarang ngobrol sih sama driver-nya.

Jadi bisa dapat driver yang sama ya selama beberapa kali pesan GrabHitch?

Tentu bisa. Karena konsepnya adalah pemberi tebengan dan penebeng memiliki rute yang sama atau sejalan, jadi memang sangat mungkin kok kita akan mendapatkan driver yang sama (atau yang itu-itu aja) dalam beberapa kali order. Tapi saat ngobrol-ngobrol dengan salah seorang driver GrabHitch, saya baru tahu kalau mereka sebenarnya hanya diijinkan untuk mengambil maksimal 3 kali order-an dari penebeng yang sama dalam seminggu. Mungkin hal ini untuk meminimalisir kecurangan. Hampir samalah kayak pakai GrabBike.

Oiya, informasi lain yang saya dapat dari driver GrabHitch adalah untuk bisa menjadi driver GrabHitch, hanya butuh melakukan pendaftaran via online aja kok dengan mencantumkan foto diri, foto kendaraan, foto KTP serta STNK kendaraan ke Grab. Proses registrasinya juga cukup cepat. Jadi siapapun yang berminat, monggo dicoba. ;D

Sekian cerita seputar GrabHitch dari saya. Sudah cukup jelas, bukan? ^^

2 thoughts on “Berbagi Pengalaman Menggunakan GrabHitch (Bike)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *