Me, A Secret Admirer

Pernah menjadi pengagum seseorang? Kagum di sini bukan dalam artian yg naksir-naksiran gitu, loh. Contoh aja, misalnya Anda (*uhuk… sok resmi manggilnya* :)) ) menyukai blog seseorang. Pasti ada faktor tertentu yg membuat Anda tertarik. Entah itu ceritanya, keunikan pribadinya, atau caranya bertutur. Lantas, apakah Anda akan berterus terang pada idola Anda tersebut bahwa Anda adalah pengagumnya?

Kalau saya……………. TIDAK!

Alasannya? Saya lebih suka menjadi secret admirer. Kenapa? Karena berdasarkan pengalaman, ketika seseorang tau dirinya dikagumi, semakin lama ia akan semakin berubah menjadi orang lain. Orang lain yang sesuai dengan karakter yg diinginkan pengagumnya. Sebab tanpa ia sadari, mulai muncul rasa takut dlm dirinya kalau nanti dirinya tidak disukai lg. Entah sindrom apa ini namanya. Mungkin anak-anak psikologi yg lebih tau. :D

Simpelnya gini. Saya percaya bahwa seseorang akan benar-benar menjadi dirinya sendiri ketika ia tidak merasa diperhatikan oleh orang lain. Lebih natural, lebih jujur dlm bersikap dan bertutur.

Jujur aja, saya punya beberapa blog favorit di luar sana yang nyaris tidak memiliki komentar di setiap postingannya. Padahal kalau dilihat dr segi isi, postingannya sangat unik, alami, dan nggak mainstream. Jelas sekali terlihat ada rasa tidak takut bahwa ia akan tidak disukai oleh orang lain ketika menyampaikan opininya yg apa adanya. (jangan pernah tanya linknya apa, ya! karena saya tidak akan memberikanya. :P saya tidak mau blog tersebut jadi rame karena kebanyakan pengunjung dan idola saya jd berubah, menjadi seseorang yg bukan dirinya lg karena merasa sudah dikagumi)

Saya pernah berada di posisi ini. Posisi dimana saya tau bahwa ada beberapa orang yg mengaku mengagumi saya. *uhuk… tanpa bermaksud membangga-banggakan diri sendiri loh, yaa…* Dan jujur, saya sempat terkena sindrom-apalah-itu-namanya yg saya singgung di atas td. Hal pertama yg saya rasakan adalah merasa terawasi, karena akhirnya saya sadar bahwa ada yg memperhatikan saya selama ini. Kemudian, saya mulai menikmati disukai oleh banyak orang hingga akhirnya saya merasa diri saya mulai berubah. Berubah menjadi sesuatu yg mainstream, karena ada rasa takut pengagum saya berkurang jika saya tidak menjadi sesuatu yg disukai banyak orang.

And do you know what? Itu nyiksa banget! Karena pd dasarnya, saya tidak menyukai hal-hal yg mainstream.

Pada akhirnya saya sadar, memang tidak semua hal dalam diri saya yg disukai oleh orang lain. But, actually… It’s okay! Adalah wajar jika diri kita tidak benar-benar sesuai dgn keinginan orang lain. Dan adalah tidak mungkin bisa memuaskan keinginan semua orang. :) And then, I’m back… Menjadi seorang Nilla yg persis seperti semula. Tanpa rasa takut tidak disukai oleh sekelompok, bahkan mungkin semua orang.

Sedikit catatan, ini cuma soal pilihan. Pilihan bagaimana kamu berikap pd orang yang dikagumi. Kalau saya, akan tetap memilih utk menjadi secret admirer dgn pertimbangan di atas. ;)

*lanjut ngintipin blog-blog favorit itu. hihihi…*

22 thoughts on “Me, A Secret Admirer

  1. ah samaaaa banget, tante!
    aku juga suka tau-tau terdampar ke blog antah-berantah, yg mana mungkin pemiliknya pun tidak pernah sadar ada yg diam-diam sering baca (lagi, lagi, dan lagi) nyeheheheheh.

    iihh, aku pengen ngepost semacam ini jg kmaren. belakangan, entah kenapa suka ngerasa kalo mau posting ada sedikit yg ngganjel, suka mikir ‘ih norak banget deh ini postingan gue, apa kata orang-orang entar’ mhuahuahaahahahah :p and yes, i am a bit anti-mainstream, too *tossss*

    beuh, pengen kopdar sama dirimu huhuhuhu :(

  2. wakakakak… ini khusus kagum sama blog aja yaaa… daku udah komen panjang lebar di twitter ternyata salah jurusan… ya sudah lah.. toh udah lanjut ke BBM :))

  3. Yup betul sekali Nilla. Aku sendiri sudah tidak mungkin lagi menulis melankolis sejujur dulu ketika tidak ada orang yang baca. Sekarang, ditambah dengan koneksi posting otomatis ke Facebook, sudah tidak mungkin lagi, bisa-bisa diketawain teman-teman di dunia nyata ha ha ha ha…

  4. lebih suka yg empunya blog ttp seperti apa adanya dia..
    makanya lebih milih jd secret admirer aja..
    takut si empunya blog berubah sih (–“) jadiberubah seperti tuntutan si pembaca *melirik blog yg udah pd berubah* :(

  5. bwehehehee…. saya juga pengagum blog-nya nilla koq :P

    btw, saya juga ada beberapa blog favorit, minim komentator. dan kalo udah gitu justru penasaran pengen berteman. itu saya lebih demen ketimbang blog yang komentatornya bejubel tapi bloggingannya cuman berbau selebritas doang :|

  6. @ uthie : ya iyalah kita sering sama. kan sedarah… :)) *ngaku2* ayo sini, ke jakarta! *seret2 Uthie*

    @ didut : iya ih, jayus… :| *lagi jujur*

    @ dita.gigi : hihihi… iya. gara-gara nge-tweet tentang ini, kita jd ngerempong di BBM. ;))

    @ galihsatria : samaaa… du fesbukku ada link ke blog. di blogku ada link ke twitter. dengan kata lain, aku ga bisa bener2 “jujur” di FB, blog, dan twitter sekaligus! :| *cari tempat ngumpet baru, aaahh..*

    @ Fenty : hahaha… pastinya! kan hampir selalu komen. :D

    @ phery : ayo… ayooo… jujur. kenapa dengan blogku? ;;) hihihi…

    @ lindaleenk : iya, aku takutnya jg gitu. makanya mending jd pemuja rahasia aja. lagian, lebih gimanaaa… gitu rasanya. :P

  7. @ warm : ada, deehhh… udah komit ga bakal ngasih tau linknya, om. :P

    @ macangadungan : blognya panji salah 1 nya, sih. :D tapi sekarang blognya udah rame, euy. cuma ngintip dr google reader doang. ga komen2 lg di sana kayak dulu. :P

    @ oelpha : recehannya berapa, mbak? ndak nyampe 10 toples, kan? :-w

    @ ridu : cuih! ada yg GR… [-( :P

    @ antown : blog loakan itu blog yg gimana, ton? :P ehem… si itu yang mana, ya? :| *pura-pura ga tau*

    @ Kuroyanagi : oh, ya? jd kamu jg pengagumku? :-o *pura2 kaget* gyahahaha… [-( tuh kan, aku jd GR. kamu, sih… :-w *sok2 ndak suka dikagumi* ohohoho… kalimat yg terakhir itu aku jg setuju. ;))

    @ fisto : eh, kamu siapa? aku pernah main ke blogmu ndak, ya? :-o *ditampol* =)) :P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *